Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Fiqih Sunah Untuk Wanita
Judul Buku : Fiqih Sunah untuk Wanita
Penulis : Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim
Penerjemah: Asep Sobari, Lc
Penerbit : Al-I’tishom
Tahun Terbit : Maret 2007
Tebal : 866 hlm
Beberapa orang mengatakan bahwa wanita adalah setengah dari masyarakat, sehingga masyarakat tidak boleh memandang sebelah mata atau mengabaikan setengah dari tubuhnya itu. Memang jumlah wanita bisa dikatakan mencapai setengah dari masyarakat, tapi pengaruh wanita jauh lebih besar terhadap masyarakat. Pengaruh tersebut bisa secara positif maupun negatif, terhadap suami maupun anak-anaknya. Maka, wajar jika seorang penyair besar mengatakan:Wanita adalah sebuah madrasah
Apabila engkau persiapkan dengan baik
Maka sebenarnya engkau sedang mempersiapkan
Sebuah bangsa (generasi) yang muliaNamun sayangnya, permasalahan seputar wanita kian menjadi semakin kompleks dan krusial seiring dengan perkembangan zaman. Dibutuhkan suatu solusi/pemecahan karena para wanita masih terjebak oleh isu gender dan feminisme dalam sebuah iklan hegemoni Barat. Sehingga membuat perilaku dan budaya mereka yang jauh dari nilai-nilai Islam, sekadar untuk mencari tren.Ibarat tulang rusuk yang bengkok, maka wanita – jika tidak diluruskan – akan semakin bengkok, namun jika dipaksakan maka akan patah. Oleh karena itu, butuh metode dakwah yang lembut dengan tetap di atas manhaj dan fiqih dakwah yang benar dan shahih.Oleh karena itu, wanita seperti yang dikatakan oleh Imam Ibnul Jauzi adalah seorang mukallaf sehingga ia wajib mencari ilmu tentang berbagai kewajiban yang harus dijalankan agar dapat mengerjakannya dengan penuh keyakinan (baik dan benar, penj.). Puncak dan buah yang dipetik dari ilmu adalah fiqih (pemahaman agama). Fiqih merupakan pemahaman serta upaya mengambil kesimpulan dari dalil-dalil Al-Quran dan hadits Nabi disertai dengan pemahaman generasi salafush-shalih terhadap dalil-dalil tersebut.Buku Fiqih Sunah Untuk Wanita ini merupakan upaya mengikuti jejak langkah para ulama terdahulu. Penulisnya, Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim menggunakan metode kajian yang sangat menarik karena berhasil menggabungkan gaya penuturan yang ringan, penyusunan masalah yang baik serta menggunakan dalil yang shahih. Buku ini berisikan dua belas bab meliputi; Thaharah, Shalat, Jenazah, Zakat dan Shadaqah, Puasa, Haji dan Umrah, Sumpah dan Nadzar, Makanan, Minuman dan Perabotan, Pakaian, Perhiasan dan Hukum Nazhar, Pernikahan, Perceraian, dan Warisan.Dalam bab pertama, diulas mengenai thaharah (bersuci). Diawali dengan definisi atau penjelasan mengenai thaharah kemudian hukum air dan sarana bersuci apa saja. Setelah itu dikupas mengenai macam-macam najis dan cara membersihkannya serta sunnah-sunnah fitrah dan etika buang air besar. Selain itu, masih di bab pertama dikupas mengenai wudhu berupa rukun serta sunnah wudhu dan perkara-perkara apa saja yang bisa membatalkan atau tidak membatalkan wudhu. Kemudian masalah sehari-hari seperti apakah boleh ketika berwudhu mengusap kasut serta pembahasan terkait mandi besar seorang wanita ketika ia haid dan nifas serta cara bertayammum sebagai pengganti air bila tidak ada.Sedangkan bab dua berisi mengenai shalat. Apa itu definisinya, waktu-waktu shalat kapan saja, syarat sah shalat seperti apa dan bagaimana agar shalat kita bisa seperti shalatnya Rasulullah Saw. Semua diulas di sini. Berikutnya di bab dua ini juga dijelaskan mengenai shalat sunnah dan macam-macamnya, shalat Jum’at bagi wanita dan mengenai ketentuan shalat berjamaah bagi wanita.Untuk bab tiga, penulis mengulas mengenai jenazah. Yakni apa yang harus dilakukan wanita ketika anggota keluarganya ada yang meninggal, kemudian bagaimana cara mengkafani mayat, melakukan shalat jenazah, cara menguburkan mayat dan seputar hukum ziarah kubur bagi wanita. Selain itu bagaimana perkara-perkara yang dilarang atau diperbolehkan saat berkabung serta seputar masalah iddah, semuanya diulas di bab tiga ini.Sedangkan bab empat, penulis membahas mengenai definisi zakat dan macam-macam jenisnya kemudian mengenai sedekah sunnah dan masalah seputar jual beli bagi wanita.Selanjutnya dalam bab lima, penulis mengulas bahasan mengenai puasa secara definisi dan kedudukannya kemudian macam-macam puasa, rukun dan adab puasa serta perkara-perkara yang membatalkan puasa, dan penjelasan mengenai I’tikaf bagi wanita.Dalam bab enam, dibahas mengenai definisi haji dan umrah, kemudian keutamaannya, syarat dan rukuk haji, syarat dan sunnah thawaf serta penjelasan mengenai etika ziarah ke Masjid Nabawi dan Makam Rasulullah SAW.Bab selanjutnya, yakni bab tujuh diulas mengenai definisi sumpah dan nadzar. Kemudian macam-macam sumpah dan nadzar serta hukum-hukum seputar nadzar.Sedangkan bab delapan, penulis membahas mengenai makanan, minuman dan perabotan. Diawali dari jenis-jenis makanan yang haram, kemudian etika makan dan minum serta hukum berkurban, waktu penyembelihan dan perkara yang makruh dilakukan oleh orang yang hendak berkurban.Berikutnya dalam bab sembilan; pakaian, perhiasan dan hukum nazhar diulas di sini. Kewajiban wanita menutup aurat, syarat pakaian wanita muslimah dan cara berpakaian di hadapan muhrim serta sesama wanita. Masalah seputar hukum nazhar pun dibahas, terkait hukum lelaki memandang wanita yang bukan muhrim dan masalah lain seputar perhiasan wanita seperti perhiasan rambut, perhiasan gigi, parfum wanita, pewarna kuku dan semir rambut serta hukum memakai tato, operasi kecantikan pun semua diulas secara jelas di bab ini.Selanjutnya dalam bab sepuluh dibahas mengenai pernikahan; seperti anjuran dan perintah untuk menikah, wanita-wanita yang haram dinikahi, nikah yang tidak sah menurut syariat, karakteristik pasangan suami istri, perkara mengenai mengkhitbah wanita, akad nikah, mahar, hak-hak sebagai suami istri, hukum poligami dan hukum seputar kelahiran bayi.Bab berikutnya, yaitu bab sebelas. Penulis membahas mengenai perceraian antara suami dan istri. Bab ini mengulas mengenai definisi talak, hukum dan syarat talak kemudian macam-macam talak. Selain itu diulas juga mengenai khulu’ secara definisi, li’an, ila’, zhihar dan mengenai perceraian antara suami istri karena masuk Islam.Bab terakhir yakni bab dua belas, penulis membahas mengenai warisan secara definisi, sebab-sebab pewarisan, faktor yang menghalangi pewarisan dan warisan yang berkaitan dengan wanita.Pada akhirnya, penulis tidak berpanjang lebar dalam pembahasan untuk menghindari kebosanan. Tidak juga terlalu ringkas sehingga melewatkan poin-poin penting. Alhasil, buku ini perlu untuk dijadikan pegangan wanita Muslimah dalam menjalankan segenap ibadah kepada Allah Ta’ala. Selamat membaca.
Buku Terbaruku; Panduan Hebat MenCETAK (Cerdas, Enerjik, Tangguh, Aktif, dan Kreatif) Pelajar
Alhamdulillaah, telah terbit karya terbaruku dengan suami.
Buku ini
merupakan buku istimewa yang dihadirkan bagi seorang pelajar agar mampu
menjadikan dirinya cerdas, enerjik, tangguh, aktif, dan kreatif.
Buku ini dibagi
menjadi enam bab seperti daftar isi yang tertera di bawah ini:
BAB I Self Development
BAB I Self Development
- Kenali potensi dirimu!
- Kembangkan bakatmu!
- 10 Kualitas pribadi agar disukai orang banyak
- Menumbuhkan pribadi berkarakter
BAB II Art Of Learning
- Belajar tidak seberat yang dibayangkan
- Ciptakan suasana belajar tanpa stres (rileks)
- Cara-cara belajar yang baik
- Kenali tingkah laku belajar
BAB III Fast Learning
- Superlink yang hebat
- Belajar cepat ala SMART
- Melatih otak dengan baik
- Cara menghafal yang baik
BAB IV Quantum Learning
- Setiap orang cerdas!
- Model pembelajaran kuantum
- Belajar ala otak kanan
- Keajaiban dibalik sebuah hitung-hitungan
BAB V Achievement
- Setiap kita punya potensi berprestasi
- Mulailah dengan berpikir besar
- Buktikan kreativitasmu!
- Berprestasi bersama alfabet
BAB VI Leadership
- Setiap kita adalah pemimpin
- 5 sikap agen perubahan
- Prinsip dasar seorang pemimpin
- Tumbuhkan jiwa kepemimpinan
Dalam bab pertama, penulis mengulas tentang bagaimana cara menemukan potensi lalu berusaha mengembangkan bakat yang ada dalam diri. Layaknya berkaca pada Thomas A. Edison yang mampu mengenali potensi dalam dirinya dan tak pantang menyerah dalam mengembangkan bakat yang dimilikinya sehingga kini ia dikenal sebagai penemu bohlam lampu. Sekalipun ia telah 10.000 kali gagal dalam setiap eksperimennya, Edison tidak menganggapnya sebagai sebuah kegagalan. Kata Edison "Saya telah berhasil menciptakan 10.000 kesuksesan yang belum membuahkan hasil!".Dalam bab kedua, dijelaskan bahwa kesan yang biasa muncul dalam pikiran seorang pelajar saat mendengar kata "pendidikan" atau "belajar", jawabannya adalah "membosankan", "ujian", "pekerjaan rumah", "buang-buang waktu", "hukuman", tidak relevan", "tahanan", 'idih'....., "benci dan takut". Maka, dalam bab dua ini penulis ingin menanamkan pemikiran bahwa belajar tidak seberat yang dibayangkan, asalkan kita tahu seni dalam belajar seperti mengenali gaya belajar sehingga proses belajar tidak membuat stres dan tercipta suasana belajar yang menyenangkan.Untuk bab ketiga, penulis mencoba menginformasikan bahwa setiap manusia memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Dan kombinasi dari gaya belajar serta pemakaian sisi otak kita ternyata mampu memproses dan menyimpan informasi secara cepat. Oleh karena itu dengan mengetahui cara belajar yang terbaik, maka kita akan tahu bagaimana cara belajar, membaca, dan mengkaji sesuatu dengan lebih cepat dan efektif. Selain itu banyak teknik belajar dengan cepat khususnya cara merekam memori dan melatih untuk menghafal dengan baik yang selama ini masih menjadi keluhan bagi beberapa pelajar.Bab keempat tidak kalah menarik pembahasannya. Di dalam bab ini, penulis mencoba meyakinkan pada setiap pelajar bahwa Allah sudah menakdirkan setiap orang itu cerdas, hanya saja berbeda kecerdasannya satu sama lain seperti menurut Dr. Howard Gardner dengan teori Multiple Intelligence ‘kecerdasan majemuk’ yang meliputi kecerdasan linguistic-verbal, kecerdasan logika-matematik, kecerdasan spasial-visual, kecerdasan ritmik-musik, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Setiap jenis kecerdasan dapat dioptimalkan melalui proses pembelajaran kuantum yang melibatkan kedua belah bagian otak sehingga mengorkestrasikan berbagai interaksi menjadi cahaya yang melejitkan prestasi seorang pelajar.Muara dari seluruh bab dalam buku ini ada pada bab kelima. Isi dari bab lima ini mengajak para pelajar untuk berani bermimpi dan memulainya dengan berpikir besar dalam meraih prestasi dengan segala kelebihan yang dimiliki, serta menyingkirkan segala bentuk rintangan dalam meraih apa yang dicita-citakan. Semua itu tentu akan terwujud dengan bantuan motivasi baik dari dalam diri maupun dari luar (keluarga, lingkungan dsb). Sehingga perjuangan dalam meraih sebuah prestasi dilakukan secara totalitas, penuh percaya diri dan tidak mudah putus asa.Selain dari bab-bab di atas, terdapat bab penutup yakni bab keenam yang mencoba menguak sisi lain seorang pelajar yang mungkin sudah sering dicap ”ABG labil, “sukanya tawuran”, “cinta pergaulan bebas” yang itu semua menjadi label negatif dari seorang pelajar. Padahal tidak semua pelajar begitu adanya, masih banyak pelajar yang mampu memimpin dirinya sendiri sehingga bisa menghindar dari segala pergaulan yang tidak baik. Ya, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, baik dalam lingkungan sekolah seperti aktif berorganisasi tentu akan menambah kesan tersendiri bagi mereka yang merupakan agen perubahan dalam menghadapi tantangan jaman.Seperti itulah sedikit ulasan dari setiap bab dalam buku istimewa ini. Sengaja dipersembahkan bagi para pelajar, yang harus lebih banyak ‘disentuh’ dunianya. Buku ini hadir sebagai panduan untuk menghasilkan para pelajar yang cerdas, enerjik, tangguh, aktif dan kreatif. Kolaborasi penulis yang juga merupakan pasangan suami istri ini berharap agar buku ini dapat dijadikan panduan bagi para praktisi pendidikan untuk dapat membantu menciptakan generasi muda (khususnya pelajar) agar tidak hanya cerdas akademik namun juga baik moral serta akhlaknya sehingga akan semakin mencerdaskan kehidupan berbangsa. Insya Allah.Penulis: Deasy Lyna Tsuraya & Ayatullah ZNvii + 100 hlm; 14 x 21 cmCetakan 1, Januari 2013Harga: Rp 30.000,- (belum termasuk ongkir)
Info
pemesanan hub: 021-93208484 atau 0812-83810066
Serial Kolosal "Omar: Umar bin Khattab" yang Inspiratif
Tidak ada kata terlambat untuk berbagi kisah inspiratif... Meski aku tahu ini bukanlah hari pertama Ramadhan melainkan sudah masuk ke pertengahan Ramadhan. Namun, kuakui Ramadhan kali ini sangat ‘mengena’ di hati. Bukan persoalan shaumnya yang setiap hari, atau shalat tarawihya setiap malam atau setiap sorenya ngabuburit. Melainkan... ada satu cerita tersendiri tentang tayangan stasiun televisi seputar film inspiratif. Ya! Sembari menemani makan sahur, MNC TV (dulu TPI) menghadirkan film kolosal bertajuk ‘Omar’ (Umar Bin Khattab). Film produksi 03 Production & MBC-Dubai ini merupakan film yang mengisahkan tentang sejarah Islam.Film ini pertama kalinya di putar di Indonesia lho, dan terdiri 31 episode. Aku sangat terinspirasi dengan film ini karena isinya mencirikan bagaimana seorang pemimpin Islam dalam kiprahnya di masyarakat, dimana pimpinan seperti ini menjadi teladan. Dan dihadirkannya film ini, karena menginspirasi bagaimana menjalankan kepemimpinan.Bagi yang suka menonton film ini, dikisahkan dalam episode pertama tentang perjalanan Umar mengenal Tuhannya (Allah SWT). Ketawadhuannya dalam menyikapi segala hal ternyata memudahkan dirinya mengenal Allah lebih dekat.Menurutku, ada beberapa adegan yang menarik dalam episode pertama Omar ini, bagaimana sikap Umar bin Khattab ketika menolak ajakan teman bisnisnya untuk berbuat tidak jujur. Perkataan Umar yang tegas tentang arti sebuah kejujuran, membuat teman bisnisnya tidak dapat berkata-kata. Umar yang tidak banyak bicara, namun setiap perkataan yang terlontar dari bibirnya memiliki banyak pesan dan ketegasan. Seperti yang beliau katakan“Pemberani adalah seseorang yang lebih banyak diam” (mungkin maksud diam disini adalah yang tidak banyak bicara)Subhanallah... Film ini memang benar-benar dikemas dalam bentuk kolosal, dengan settingan lokasi yang pas pula. Sehingga ingatan kita benar-benar terbawa ke zaman Rasulullah.Meski banyak pro kontra terhadap kehadiran film ini di layar kaca, seperti Pusat pendidikan utama Islam Suni di Kairo, Al-Azhar yang mengeluarkan fatwa menentang serial Omar yang berbunyi bahwa penggambaran Nabi Muhammad dan para sahabat adalah dilarang. Biasanya, karya seni yang mengangkat Islam dikaji dulu oleh Al Azhar. Tapi tidak dengan Omar. “Jika serial ini diserahkan kepada kami di akademi, kami tidak akan ragu-ragu untuk melarang karena menampilkan personifikasi dari empat khalifah itu. Itu adalah peraturan, kami tidak akan berubah," kata Mohamed Othman seperti ditulis situs Egypt Independent. Namun, ada banyak juga pihak yang mendukung kehadiran film ini.Omar sudah tayang di Dubai, Qatar, Turki, dan Indonesia, serta segera menyusul di Libanon dan Tunisia. Rencananya serial ini juga tayang di Eropa dan Amerika, setelah disulih suara bahasa Inggris dan Perancis.Ya.. Memang benar, pertama kalinya nonton tayangan film Omar: Umar bin Khattab di MNC TV ini sudah membuatku langsung jatuh cinta. Rasanya benar-benar “Film Ramadhan Of The Year!”Jika stasiun televisi lain masih berkutat di sinetron yang katanya “religi” dan acara-acara lawakan sahur yang sudah gak kocak lagi alias basi, MNC TV berani menayangkan film kolosal yang berkisah utama tentang salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khattab. Film Omar ini memang membawa angin segar, bak oase di padang pasir, di tengah-tengah tayangan sahur yang banyak tidak mendidik dan tidak berilmu itu. Pokoknya acungan jempol bagi stasiun TV tersebut.Ohya... kisah yang paling membuat haru itu ketika Umar bin Khattab mendapatkan hidayah dari Surat Thoha yang dibacakan oleh seorang muslim. Penggambaran Umar bin Khattab yang gagah, tegas pun tampak hampir sempurna. Satu lagi kisah yang memilukan adalah ketika Hamzah, paman Nabi, terbunuh di peperangan Uhud, dan jantungnya dimakan oleh Hindun istri Abu Sofyan. Betapa kebencianku saat itu muncul juga kepada Hindun.Harapanku... Semoga semakin banyak tayangan-tayangan berbobot seperti Omar ini, tidak hanya di bulan Ramadhan, tapi juga di bulan-bulan lainnya. Dan ternyata, benar lho bahwa tidak semua tayangan sahur itu jelek, masih ada film Omar ini yang mengajarkan kita banyak hal. Subhanallah walhamdulillaah...


