"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Menghabiskan Waktu dengan Anak



Duhai para orangtua.. memberi fasilitas terlalu banyak akan melemahkan daya juang anak-anak kita. Membuat mereka tidak bertanggung jawab, dan berperilaku buruk karena merasa berhak mendapatkan perlakuan bintang lima karena kekayaan orang tua mereka.

Tetapi orangtua seringkali melakukannya dengan alasan bahwa mereka bekerja keras untuk anak-anaknya. MEREKA DAHULU SUSAH, DAN TAK MAU ANAKNYA JUGA MENGALAMI KESUSAHAN.

Alasan lain karena mereka malas mendidik dan menyerah saja ketika anaknya merengek, “Semua temanku yang lain punya itu...”. Sehingga anak menjadi anak gampang, tidak punya daya juang, tidak punya skill memperjuangkan sesuatu.

Anak anak tidak cukup dibekali dengan knowledge akademik saja. Justru yang mahal adalah jam terbang bertahan dalam kesulitan, tahan stress dan kaki yang kuat untuk pantang menyerah!

Orangtua ingin anaknya “bahagia” . Namun sebenarnya yang anak-anak butuhkan, orangtua yang mendorong mereka untuk mampu MANDIRI.

MENGHABISKAN WAKTU DENGAN ANAK-ANAK LEBIH PENTING
.......DARIPADA...... MENGHABISKAN UANG UNTUK MEREKA.

ORANG HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan
dan Kenyamanan TAPI ..... Mereka dibentuk melalui KESUKARAN... TANTANGAN...&... AIR MATA.

Gairah Menjalani Kehidupan


Hidup sejatinya berisi persaingan. Lihatlah para pedagang kaki lima yang bersaing satu sama lain untuk menjajakan dagangannya yang notabene jenisnya sama dengan pedagang lain. Atau lihatlah para pekerja yang bersaing mendapat tempat duduk dicommuter line demi berangkat kerja.

Jika kita bertanya, apa yang membuat mereka begitu rela melakukan itu semua? Jawabannya satu, karena mereka memiliki gairah. Mengapa penting memiliki sebuah gairah? Karena dengan adanya gairah, kita mampu untuk menjalani hidup yang isinya penuh dengan persaingan. Jika saja gairah itu tidak ada, mungkin kita memilih tidak berangkat kerja, atau memilih untuk lebih santai di rumah menikmati hidup yang ala kadarnya.

Padahal kita sudah paham bahwa “waktu adalah pedang“. Kita tahu pedang kan? Kalau kita tidak tahu bagaimana cara memakainya maka kita akan terbunuh oleh pedang itu sendiri, kalau kita tidak dapat mematahkannya maka ia yang justru akan memenggal kita. Oleh sebab itu, waktu 24 jam yang ada harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tentu harus diimbangi dengan sebuah kegairahan dalam menjalaninya.

Semangattt ya 😉

Carilah Kaya dengan Menikah


Oleh: Ust Djazuli Ruhan Basyir.
***



  • Menikah adalah sunnah.. Niatkan untuk ibadah. Dan akan mendatangkan rezeki.
  •  Akan ada 3 orang yang pasti Allah angkat derajatnya salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kehormatan.
  •  2 hal yang akan mendatangkan keberkahan dalam pernikahan; ketika niatnya baik dan orangnya (yang menikah) itu juga baik 
  • Jangan tinggalkan takwa kalau tidak mau hidup susah. 
  • Kaya tidak harus kaya materi. Tapi kaya hati.. maka akan berkah pernikahannya. 
  • Orang yang kaya hati akan qanaah. Hidupnya susah tapi tidak diperlihatkan ke orang lain. 
  • Manusia memang selalu berambisi. Tidak akan pernah puas. Maka menikah akan mengurangi ambisi2 berlebihan. 
  • Ketika menikah Allah akan jaga jiwanya dari hal yang diharamkan karena telah mendapat yang halal. 
  • 2 hal yang merusak agama yaitu syahwat dan syubhat. Maka menikah menjaga diri dari syahwat yang bisa merusak agama. 
  • Taatilah perintah Allah dengan menikah karena akan mendatangkan kekayaan yakni kaya harta, jiwa dan takwa (yakni merasa cukup dengan yang halal).
Wallahu'alam
Diresume oleh ~DLT

Pentingnya Memperbaiki Bacaan Al Qur'an


Oleh Ustadzah Nur 'Aini
***

Mengapa memperbaiki bacaan quran itu penting? Ada 6 alasan:
1. Perbuatan yang utama sebagaiman merupakan keutamaan Al Qur'an itu sendiri
2. Indikasi / ciri keimanan seorang muslim  
Al Baqarah: 121 👉 "...Mereka membaca sebagaimana mestinya. Mereka itulah yang beriman kepadanya..." 
Al Muzammil: 4 👉 Membaca Al Qur'an dengan Tartil yakni membaca dengan tajwid dan mengetahui tanda2 berhenti
3. Menghindari dari golongan orang berbuat dosa
4. Mempengaruhi kualitas ibadah seorang muslim/ah
5. Dapat merenungi bacaan Al Qur'an
6. Menjadi manusia terbaik

Wallahu'alam
Diresume oleh ~DLT

Senyum, Bekal Sederhana ke Surga


Ibnul Qayyim memberikan nasehat yang sangat indah,
العَمَلُ بِغَيْرِ اِخْلاَصٍ وَلاَ اِقْتِدَاءٍ كَالمُسَافِرِ يَمْلَأُ جِرَابُهُ رَمْلاً يُثْقِلُهُ وَلَا يَنْفَعُهُ 
“Amalan yang dilakukan tanpa disertai ikhlas dan tanpa mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaikan seorang musafir yang membawa ransel berisi pasir. Bekal pada ransel tersebut hanya memberatkan, namun tidak membawa manfaat apa-apa.” (Al-Fawa’id, hlm. 81). 
Seringkali kita membawa bekal yang sia-sia, hingga memberatkan kita namun sayangnya tidak memberikan manfaat. 
Lalu apa contohnya? Amalan yang dilakukan tidak ikhlas (riya’ dan sum’ah), juga amalan yang tanpa tuntunan Rasul (bid’ah) itulah merupakan bekal sia-sia. 
Jangan sampai kita membawa bekal yang sia-sia padahal perjalanan kita begitu berat menuju akhirat. 
Lalu bekal sederhana apa yang tidak memberatkan dan tidak menjadi sia2. Salah satunya adalah dengan menebar senyuman. Karena senyuman itu merupakan shadaqah.
yukk #keepsmile #senyuminaja #janganlupabahagia #hadapihayatinikmati #alhamdulillah

Duhai Para Istri, Tetaplah Taat Pada-Nya dan Dirinya

Duhai para istri, ketahuilah bahwa suami kita bukanlah malaikat yang tanpa cela. Seperti halnya diri kita pun bukan bidadari tanpa noda. Jadilah wanita yang mulia.. Karena kemuliaan dengan tetap menaati-Nya dan dirinya.

Tapi jika perpisahan (perceraian, kematian) jalan terbaiknya, maka lihatlah Maryam yang begitu mulia meski suami tak punya. Asiyah yang begitu mulia walau bersuamikan Fir'aun yang durhaka. Khadijah pun sangat mulia saat menjalani takdir sebagai seorang janda. Jadi, tetaplah mulia dengan bertakwa pada-Nya.

Peluncuran Buku "Dua Kodi Kartika" Keke Busana, Dari Kanal Tradisional Hingga Omset Fenomenal

Hadirnya fenomena menguatnya kelas menengah muslim di Indonesia, mendorong Keke Busana menangkap peluang, berupa potensi pasar yang harus digarap serius. Keke busana hadir tidak hanya mengeluarkan produk-produk busana muslim berkualitas tetapi juga hadir dengan praktik bisnis yang syarat dengan nilai spiritualnya.

Itulah yang disampaikan oleh Rendy Saputra selaku CEO Keke Busana usai peluncuran dan bedah buku “Dua Kodi Kartika” pada Pameran Islamic Book Fair (IBF) 2015 di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/15). Hadir sebagai pembicara juga yaitu inspirator Sukses Mulia, Jamil Azzaini dan pemilik Keke Busana, Ika Kartika.

Rendy Saputra yang merupakan penulis buku “Dua Kodi Kartika” mengawali karirnya di tahun 2012 sebagai konsultan Keke Busana kemudian berkat ketekunan serta keseriusannya dalam berkontribusi di Keke Busana membuat dirinya masuk dalam jajaran direksi di tahun 2014.

Merek KeKe Busana diambil dari kata “Keukeuh” dalam bahasa sunda yang artinya ngotot tetapi berkonotasi positif. Rendy menulis dalam bukunya “Ngototlah untuk menjadi yang terbaik, karena menjadi baik itu perlu ngotot”.

Ia bercerita dalam bukunya, bahwa dalam kegigihan usaha Ika Kartika yang akrab disapa Bunda dalam mengembangkan usahanya, berawal dari 2 kodi baju dengan hanya 2 model di tahun 2006. Namun dengan kengototannya, produksi KeKe Busana mencapai 300.000 busana muslim dalam kurun waktu 8 tahun dengan jaringan distribusi yang telah tersebar di seluruh Indonesia.

Buku “Dua Kodi Kartika” berisi 40 kisah pembelajaran hidup di mana penulis mengambil kisah yang sarat dengan falsafah hidup dari pemilik Keke Busana, salah satunya dari segi kepemimpinan Bunda Ika Kartika pada anak buahnya yang sangat diacungi jempol. Menurutnya banyak nilai-nilai bisnis yang perlu dicontoh dari Bunda untuk menjadi pengusaha dengan cara yang benar.

Sedangkan pembicara lainnya, Jamil Azzaini menambahkan bahwa buku setebal 282 halaman ini merupakan bacaan wajib bagi siapa saja yang baru atau sedang menekuni dunia bisnis agar bisnis yang dibangun dapat berkembang pesat. “Bukan teori tanpa bukti, tapi ramuan yang diolah dari pengalaman nyata seorang wanita yang sangat layak dijadikan teladan,” kata Jamil.

Menurut pemilik KeKe Busana sendiri, kunci keberhasilannya dalam membangun merk, tidak lepas dari kerja tim. Sebab Bunda merekrut anak-anak muda terbaik, kemudian mensinergikan mereka ke dalam KeKe Busana, dan memberikan ruang untuk ide-ide mereka. Selain itu, kunci sukses KeKe Busana selain kekuatan SDM, kekuatan jaringan juga kekuatan produksi.

Keke Busana menggunakan Tagline “Beauty in Harmony”, dengan harapan setiap produk yang dihasilkan mengandung keselarasan dalam warna dan pola sehingga menghasilkan keindahan bagi pemakainya serta berkah bagi stakeholdersnya. Aamin.

Adab Menantu Pada Mertua

Alkisah ada seorang menantu sebuat saja Mawar (Mawar terus ya.. hehe) yang enggan berlama-lama ketika datang ke rumah mertuanya. Bahkan si suaminya pun disuruh segera pulang jika sudah di rumah orangtuanya tersebut. Yang lebih menyedihkan, setiap si mantu bertandang ke rumah mertuanya, ia tidak masuk ke dalam rumah melainkan hanya di halaman rumahnya.

Ada poin penting yang bisa dibahas dari kejadian di atas. Terlepas dari permasalahan antara si menantu dan mertua yang perlu diketahui adalah lima hal pokok ketika bermu’asyarah atau berbaur bersama keluarga dari suami (mertua, ipar dan saudara/inya)

1. Menghormatinya
Menghormati dalam hal berkata santun dan ramah ketika berkomunikasi, menggunakan bahasa yang pas saat menjawab pertanyaan, mendahulukannya saat makan bersama, mengutarakan pendapat, dan semua hal yang menjadi tata krama; bak seorang anak dengan orang tuanya sendiri.

2. Menyayanginya
Dalam mengerjakan kebaikan, mengerjakan amal shalih, menjauhi keburukan, dan menghindari kerusakan, seorang Muslim selalu berada dalam keadaan hati yang bersih dan jiwa yang baik. Barangsiapa keadaannya seperti itu, maka sifat kasih sayang tidak berpisah dengan hatinya.

3. Menasehatinya
Sifat rahmah atau kasih sayang akan menumbuhkan sikap untuk saling memberi nasehat karenanya menantu yang baik tidak rela jika mertuanya berada dalam kesesatan, kebid’ahan, kesyirikan, khurafat dan penyimpangan lainnya.

4. Mendo’akannya
Salah satu karakter menantu yang baik adalah suka dan gemar mendo’akan mertuanya agar selalu diberikan kebaikan, kesehatan, kemakmuran, kebenaran, dan juga diringankan segala beban yang sedang mereka pikul.

5. Menjenguknya
Menjenguk mertua dalam rangka bersilaturahim merupakan sebab yang dapat mempererat hubungan antara menantu dan mertua. Dengan demikian akan saling ta’aruf, tafahum, ta’awun di antara mereka khususnya bagi menantu maupun mertua yang tidak serumah.

Jadi... Jangan ragu untuk bersilaturahim ke rumah mertua. Karena hal tsb termasuk ibadah kepada Allah yang paling baik dan ketaatan yang paling agung.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Belajarlah dari nasab kalian yang dapat membantu untuk silaturrahmi karena silaturrahmi itu dapat membawa kecintaan dalam keluarga dan memperbanyak harta, serta dapat memperpanjang umur.” (HR. Al-Tirmidzi)

Udah Mahasiswi Kok Begini?

Malam ini ada kejadian unik dan menggemaskan. Kali pertamanya suami saya selaku dosen di salah satu kampus kesehatan diomelin sama mahasiswi dan orangtuanya.

Ceritanya si mahasiswi ini sebut aja Mawar, ujiannya remedial dan sudah dikasih tugas tapi masih bingung juga ngerjainnya gimana. Secara gitu sekarang apa2 bisa searching di gugel atau tanya temen yang berhasil ngerjain soal tsb.

Namun ternyata tidak pada si Mawar yang baru tingkat 1 di bangku kuliahnya, ia tak sanggup mengerjakan kemudian menangis ketika menelpon suami saya minta dijelaskan bagaimana mengerjakan tugas tsb.


Lucunya lagi.. Tangisannya itu didengar oleh bapaknya kali ya. Maka serta merta bapak tsb mengambil alih pembicaraan Mawar dg suami saya. Tanpa babibu, si bapak berkata "Pak ayat gimana sih.. Coba klo bapak punya anak perempuan dan nangis begitu. Gimana perasaannya?" kemudian tanpa jeda si bapak meluapkan kekesalan atas anaknya yang menangis melalui perantara hape. Suami saya yg males nanggapinnya membiarkan si bapak meluapkan kekesalannya tsb dan ketika sudah mereda baru dijelaskan ini itunya.

Meski suasana alot beberapa menit kemudian akhirnya perbincangan di telpon berakhir dengan kalimat terakhir dari si Mawar "Pak!! Namanya juga mahasiswa wajar dong kalau nanya, kok jadi marah2". Suami saya pun menimpali "Saya tidak marah. Saya sudah jelaskan ini berkali2 tapi kamunya tidak mengerti. Kerjakan saja tugasnya jangan banyak komentar, tugas itu sudah pernah dikerjakan sebelumnya juga". Dan tuttt... Sambungan pun terhenti.

Di situ saya merasa sedih.. Masih aja ada orangtua yang kasih sayangnya tidak ditempatkan pada tempatnya. Semestinya jika bijak si bapak ini bantu mengerjakan tugas sang anak bukan malah mengurusi tangisan anak saat menghubungi dosennya. Ini si Mawar kan bukan anak SD lagi yang harus diberi empati berlebih. Ini baru ngerjain remedial.. Lha gimana nanti skripsinya kalau udah K.O begini.

Semoga mahasiswa/i di manapun berada tidak bersikap sama dengan Mawar ya.. Poin pentingnya adalah:
  1. Minta penjelasan detail ke dosen terkait tugas kuliah
  2. Minta bantuan atau informasi dalam mengerjakan tugas dengan teman terdekat/sekelas
  3. Cari info atau jawaban dari gugel atau referensi buku
  4. Kerjakan tugas jangan dalam keadaan panik apalagi sampai nangis2 (inget udah mahasiswa)
  5. Kalau mau nangis sambil nelpon dosen jangan ketauan orangtua khususnya bapak

Menjadi Wirausahawan Muslim

Hari kamis (26/02) yang lalu, saya menemani suami (Ayatullah ZN, M.Pd) mengisi Kajian Rutin Kamis Sore yang diadakan oleh Forum Mahasiswa Muslim Pascasarjana UNJ bertempat di Masjid Nurul Irfan UNJ untuk berbagi ilmu mengenai tema kewirausahaan.

Saya menyimak materi yang disampaikan suami. Maka, saya coba paparkan melalui tulisan ini untuk berbagi dengan para pembaca yang budiman. Sebelum memulai materi, suami memberitahukan sasaran pencapaian dalam kajian tersebut. Ada 3 goal yang diharapkan: Pertama, menumbuhkan jiwa wirausaha. Kedua, wirausaha dalam Islam dan ketiga, saatnya memulai usaha.

Pertama, aspek dalam menumbuhkan jiwa wirausaha adalah pemikiran (fikriyah), keyakinan (qalbiyah) dan latihan (tadribah). Yang kesemuanya itu harus dipraktekkan dengan keberanian untuk memulainya. Berkaca pada Robert T. Kiyosaki, yang memiliki dua orang ayah yaitu ayah kaya dan ayah miskin. Dari situlah ia menjelaskan teori mengenai perbedaan prinsip bekerja ayah kaya dan ayah miskin. Salah satunya adalah ayah miskin bekerja untuk orang lain dan melek pendidikan formal sedangkan ayah kaya bekerja untuk diri sendiri dan melek secara finansial.

Hidup tidak jauh dari aset dan liabilitas (utang). Apa itu ASET? Ialah sesuatu yang bisa menambah uang ke dalam ‘kantong’ kita. Sedangkan LIABILITAS ialah sesuatu yang membuat kita mengeluarkan uang dari ‘kantong’.

Suami saya mengambil contoh Handphone. Barang ini akan menjadi sebuah liabilitas kalau tidak digunakan untuk mendapatkan penghasilan. Karena setiap bulan tentu harus mengeluarkan uang untuk membeli pulsa. Lain halnya bila menggunakan HP untuk berbisnis pulsa. Dengan mengeluarkan uang untuk beli pulsa, malah bisa mendapat pulsa gratis + untung yang lebih.
Jadi, orang-orang yang sukses dan menjadi kaya (karena sukses pasti kaya, sedangkan kaya belum tentu sukses) cenderung memiliki kesamaan untuk berinvestasi di aset. Tahanlah diri lebih dulu untuk keinginan konsumtif berbelanja ini itu kalau semuanya adalah liabilitas. Karena nantinya pun hanya akan menguras uang kita lebih banyak lagi.

Maka, sukses adalah memperbesar kolom aset dan memperkecil kolom liabilitas. Kembangkan aset kita hingga akhirnya bisa membayar semua kebutuhan liabilitas. Karena di titik tersebut, tentulah kita sudah passive income.

Kedua, wirausaha dalam Islam. Dalam kitab Fathul Baari Nabi SAW bersabda: “Allah SWT memiliki 20 pintu rezeki untuk hamba-Nya, 1 pintu rezeki untuk mereka yang bekerja untuk orang lain (employee) dan 19 pintu rezeki untuk mereka yang bekerja dengan tangan mereka sendiri (entrepreneur).”(Al Hadits)

Rasulullah SAW sebagai teladan umat adalah seorang Pedagang/Pengusaha yang handal (skillfull) dan terpercaya (kredibel). Dari 10 Sahabat Rasul yang dijamin oleh Allah SWT masuk ke dalam surga, 9 di antaranya adalah para Entrepreneur sejati.

Jika berkaca pada entrepreneurship ala Rasulullah, kita bisa menemukan Jiwa entrepreneurship sejak usia 12 tahun tatkala pamannya Abu Thalib mengajak melakukan perjalanan bisnis ke Syam. Lalu pada usia 17 tahun telah diserahi wewenang penuh untuk mengurusi seluruh bisnis pamannya. Pada usia 20 hingga 25 tahun merupakan titik keemasan, terbukti dengan tertariknya seorang Investor/Konglomerat Makkah Khadijah Binti Khuwalaid yang kemudian meminangnya untuk menjadi suami. Dan beliau mulai mengurangi kegiatan bisnisnya ketika mencapai usia 37 tahun.

Lalu, apa yang menjadi kunci kesuksesan berbisnis ala Rasulullah? Yaitu dedikasi, keuletan yang tinggi dan kecerdasan beliau dalam mengelola bisnis. Kemudian Rasul membawa nilai-nilai yang utama yaitu kejujuran (shiddiq) dan kesetiaan memenuhi term dan condition (amanah).

Ketiga, saatnya memulai usaha (start to be YOU not YOURS). Milikilah langkah menuju sukses yakni ide yang terus dikembangkan, kemauan dan kemampuan yang mengiringi, semangat dan kerja keras dalam berusaha serta loyalitas dan bertanggung jawab terhadap usaha yang digeluti. Dengan begitu kita akan mampu menjadi wirausaha muslim sejati.

Ikutilah langkah-langkah menjadi entrepreneur seperti Roger Cartwright yang mampu mencari produk, layanan, gagasan yang BERBEDA. Kemudian tentukan langkah-langkah mendapatkan SUMBER DAYA yang diperlukan. Jangan lupa untuk mengenali lingkungan eksternalnya dan mengenali diri serta tujuan. Kuasailah kecakapan-kecakapan yang menunjang usaha dan pertimbangkan setiap resiko, namun jangan sampai takut gagal. Tentukan sasaran yang ingin dicapai dan komunikasikan visi terhadap orang-orang di sekitar. Kemudian cari dukungan dan bangun jaringan kerja dengan orang banyak.

Poin penting yang harus diingat adalah luruskan niat bertaqarrub pada Allah SWT, ikuti sunnah Nabi dan Rasul dalam berwirausaha, belajar dari entrepreneur muslim yang sudah sukses dan tentu lakukan praktek di lapangan. Karena teori tanpa praktek adalah NOL besar.

Let’s start to be you. Mengawali usaha harus dilakukan dari “Nol” atau dari bawah. Jangan abaikan “Reputasi” dan kredibilitas pribadi seorang Entrepreneur Karen itu merupakan “modal” utama meraih sukses. Sedangkan modal uang hanyalah “pelengkap” bukan yang utama dalam memulai usaha/bisnis. Kita bisa memulai dari dari apa yang dimiliki dan mulailah dari sekarang. Pilihannya, tetap bekerja atau tetap berpenghasilan? Tentu kita harus berpenghasilan tetap dan tetap berpenghasilan. Itulah entrepreneur sejati.

Cinta Tidak Pada Tempatnya

Asisten Rumah Tangga (ART) saya yang biasa bantu menyetrika baju, adalah seorang remaja usia 17 tahunan. Di usia tersebut, dia sudah dimanahi melahirkan serta harus merawat dan membesarkan balita kembar usia 1 tahun. Ternyata usut punya usut, ia mengalami MBA (Married by Accident). 

Semestinya di usia dia yang harusnya menempuh bangku SMA kelas XI, lagi senang-senangnya bergaul, dan menuntut ilmu demi masa depannya. Namun tidak bagi ART saya ini, ia harus di DO dari sekolahnya lantaran hamil dengan pacarnya yang berjarak usia 5 tahun. Dan ketika saya berdialog dengannya sembari menyetrika, saya tanyakan "kamu kenapa sih kok bisa dihamilin gitu, emang gak nyesel sekarang jadi putus sekolah dan kerjaanmu jadi tukang nyetrika?" jawabnya dia "hm, ya mau gimana lagi teh, habis namanya juga CINTA".

Nah, inilah cinta yang tidak pada tempatnya.. Atas nama cinta mengorbakan mahkota keperawanan dan sekolah yang sudah ditempuh bertahun-tahun harus pupus begitu saja. Sementara ia harus banting tulang jadi tukang nyetrika di berbagai rumah demi menyambung hidup dengan suami dan putri kembarnya.

Semoga.. para remaja di luar sana mendapat bimbingan dari orangtua dan basic agama (imannya) harus diperkuat kembali agar tidak mudah menjual keperawanan atas dasar suka sama suka.

Bila Orangtua Perhitungan

Sebagai orangtua.. Saya dan suami bekerja keras untuk siapa? Ya untuk kebutuhan kami dan tentu untuk keperluan anak2 kami nantinya. Maka sebagai orangtua, sudah pasti membanting tulang buat anak-anaknya. Ya! Anak-anaknya, keturunannya, penerusnya.

Jadi. Semisal ada orangtua yg perhitungan dengan anak, dikit2 orangtua nyinggung mengenai jasanya meminjamkan uang sekian rupiah untuk anaknya membuka usaha, nah itu patut dipertanyakan. Kalau anaknya aja disuruh segera melunasi hutang pada orangtuanya, lalu harta benda yang selama ini dicari dan dimilikinya dikumpulkan untuk siapa? Makanya saya masih suka bingung dengan orangtua yang ngasih makan sehari-hari anaknya aja disinggung-singgung terus "Nih, ibu buatkan nasi goreng.. enak kan. Ibu terus yang bikinin makanan buat kamu. Makanya kalau udah sukses kamu gak inget jasa ibu mah keterlaluan."

Saya paham sih, memang jasa orangtua tidak akan pernah bisa terbalas. Tapi kan rada ilfil juga kalau kita sebenarnya sudah tahu caranya menjadi anak yang berbakti dan ingin dipraktekan tapi orangtuanya yang kesannya gak ikhlas punya anak dan ngurusin selama ini.

Ya Allah.. Saya rada kasihan sama anak yg memiliki orangtua seperti ini. Kayaknya hidupnya tertekan kali ya.. Butuh uang dan pinjam ke orangtua sebagai modal usaha dianggap hutang yg harus diganti, atau makan siang dengan makanan di meja makan dianggap sebuah jasa besar dari orangtuanya. Atau pinjam kemeja bapaknya aja harus segera dikembalikan dalam keadaan utuh dan jika ada yang cacat atau kena noda diomelin habis-habisan.

Semoga aja orangtua seperti ini kelak tersadar bahwa anak itu adalah titipan dari Allah yang mesti dirawat dan dibesarkan dg sebaik2nya. Bukan dengan pamrih dan merasa telah memberikan jasa yang besar bagi kelangsungan hidup anaknya. Karena rejeki yang dikasih buat anak juga kan bukan rejekinya sendiri melainkan dari Allah juga.

Menulis Itu MenCERAHkan


Menulis... Merupakan aktivitas yang menCERAHkan. Jangan ragu untuk menulis.
 Tulisan.. bukanlah gores pena semata, tetapi ia merupakan pembuka jendela dunia”

Menulislah…
Selama engkau tidak menulis, engkau akan hilang dari dalam masyarakat dan dari pusaran sejarah

Mujarabnya Doa

Tentang sebuah doa..
Yang terpanjat dari lubuk jiwa.
Doa yang mengena.
Dimakbulkan Allah jua.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata: "Janganlah engkau mengejek doa dan jangan engkau meremehkan doa. Engkau tidak tau apa yang dilakukan oleh doa. Doa itu ibarat panah-panah yang dilepaskan ditengah malam, tidak akan meleset. Pasti suatu saat akan mengena, tetapi untuk mengena itu butuh waktu.”

Oleh karenanya seorang tatkala berdoa di malam hari, yakinlah suatu saat pasti dikabulkan oleh allah Subhanahu wa Ta’ala, cepat atau lambat.

Allah yang lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba –hamba Nya.. Tetaplah berdoa, karena setiap doa menembus arsy-Nya.

Pembicara Talkshow "Saatnya Menjadi Remaja Berprestasi dan Produktif" di Subang

Alhamdulillah, tepatnya 31 Januari 2015 lalu dikasih kesempatan mengisi acara Syifest 2015 garapannya santriwati As-Syifa Islamic Boarding School Subang. Saat itu pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Subang yang daerahnya menanjak dan berbukit-bukit. Qadarullah ditemani suami, anak dan kedua orangtua yang terus menyupport kegiatan saya. Alhamdulillah talkshow bertajuk "Menjadi Remaja Muslimah Berprestasi dan Produktif" akhirnya berjalan lancar. Berikut saya akan share potongan slide materi dalam bentuk JPGnya :)

Bagi yang ingin meminta softcopy materi bisa hubungi saya langsung 0812-83810066. Semoga Bermanfaat..



















Soal Domain Blog yang Diubah

Bismillah..

Pembaca blog yang budiman... Malam ini saya ingin mengabarkan tuk mengganti domain blog saya yang pada mulanya deasukata.blogspot.com kemudian menjadi duniakata-ku.blogspot.com dan saya masih belum menemukan kedamaian dengan kedua domain tersebut alhasil saya mendapat ilham (hehe) tuk mengganti lagi ketiga kalinya domain blog saya menjadi deasycious.blogspot.com. Oke lah, mungkin ada yang bertanya-tanya, mengapa nama tersebut yang saya gunakan. Saya hanya mencoba memadu padankan nama saya dengan kata-kata yang seolah menunjukkan icon saya atau ciri khas dari blog ini. Dan saya memutuskan menyandingkan kata delicious dengan nama saya. Lantas kenapa delicious, karena berharap pembaca blog bisa menikmati tulisan-tulisan yang saya hasilkan. Sungguh tiada yang lebih nikmat ketika menulis di blog selain tulisan itu dapat dinikmati dan bermanfaat bagi pembacanya. Aamiin.. semoga ya!


Pada akhirnya, saya kembali mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.. Semoga pembaca setia blog ini tetap istiqomah menikmati sajian tulisan saya di sini

Sekian.. Selamat menikmati tulisan saya ala deasycious :)

Hidayah Milik Allah Semata

Tetiba malam ini saya merenung...

Betapa Allah bisa membolak balikkan hati seseorang dg tak terduga. Siapa yang sangka, dulu berhijab rapi menutup dada dan istiqomah mengenakan rok tapi kini Allah ubah 180 derajat dg membuka hijab yg selama ini menutup auratnya.

Lalu betapa tidak terkejutnya dg seorang laki2 yg dahulunya adalah lulusan ponpes dan rajin menghapal Quran serta hadist namun kini berubah 180 derajat dg hapalannya yg luntur dan terlihat sedang berkhalwat dg seorang wanita yg tidak berhijab.

Saya jadi teringat juga dg seorang penulis buku Islami yg dulu sangat terkenal namun setelah tau launching bukunya didampingi sang istri yg tidak berhijab saya pun langsung berhenti mengidolakan karena ternyata ia bisa berdakwah agama melalui tulisannya namun mengapa tidak bisa dg istrinya? Padahal aurat yg terlihat dari seorang istri itu kan menjadi tanggung jawab suaminya.

Dan bukan penulis saja tapi juga salah seorang motivator yang setiap berbicara dg bahasa2 Islami, santun dan kadang mengeluarkan dalil Al Quran tapi ternyata juga memiliki istri yg tidak berhijab.


Masya Allah.. Sedih rasanya melihat fenomena seperti ini. Saya cukup ambil pelajaran.. Bahwa Allah lah yg bisa membolak-balikkan hati seseorang termasuk bisa membuat seseorang faqih berdakwah Islam namun terlupa bahwa dakwah itu dimulai dari keluarga dan dari hal sederhana dulu salah satunya menutup aurat.

Doa saya.. Semoga teman saya bisa kembali berhijab, pacarnya teman saya bisa berhijab dan segera putus atau segera menikah dg pacarnya. Dan tuk istri2 penulis dan motivator ini semoga Allah hidayahkan tuk mengenakan hijab pula sehingga dukungan tuk suaminya dalam syiar agama melalui tulisan atau motivasi publik diberkahi Allah. Aamiin..

Banyak Anak Bukan Penyebab Kemiskinan

Tetiba malam ini mentarjim surah Al An'am ayat 151. Dalam ayat tersebut ada beberapa yang diharamkan oleh Allah:
  1. Mempersekutukan Allah dengan apapun
  2. Durhaka pada ibu bapak
  3. Membunuh anak karena alasan takut miskin
  4. Mendekati perbuatan keji baik yg terlihat atau tersembunyi 
  5. Membunuh orang kecuali yg dibenarkan syariat. 
Nah.. Dari poin di atas, saya ingin share terkait garis besar poin no 3. Di situ jelas tertulis bahwa larangan membunuh anak lantaran takut miskin. Karena betapa Allah menjamin rezeki setiap hamba-Nya. Jangan takut miskin dengan memiliki banyak anak, jangan sampai ada aborsi atau pembunuhan anak lantaran takut tak tercukupi semua kebutuhan.
Ilustrasi: Banyak Anak
Belum pernah dalam sejarah pemberitaan dalam media mengenai kucing yang bunuh anaknya, burung yang bunuh anaknya. Itu berarti hewan saja menyayangi anak-anaknya apalagi kita sebagai manusia? Mari kita semangati para bumil yang terus menerus melahirkan keturunan. Jangan salahkan mereka yang tidak ber-KB lantaran tidak ingin melarang Allah menganugerahkan keturunan pada mereka sekalipun jarak anak satu dengan yang lainnya dekat. Motivasilah mereka untuk bisa bersabar dalam menghadapi proses kehamilan dan kelahiran nantinya, yang karena rahimnya (seorang ibu) kita bisa terlahir di dunia. Selamatkan anak-anak di sekitar kita yang mengalami KDRT karena kemiskinan. Semoga Allah kuatkan kita semua dalam mengais rezeki demi keluarga tercinta. Yakinlah.. Rizqi minallah..

Yuk Nutup Aurat!

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutup auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa itulah yang lebih baik bagimu ....." [QS Al A'raf: 26]
 
Ayat di atas seolah menyinggung muslimah yang belum berhijab atau menutup aurat. Bahwa yang belum menutup aurat berarti:
  1. Bukan anak cucu Adam
  2. Gak tau terima kasih udah disediakan pakaian oleh Allah 
  3. Bukan orang bertakwa. (Jangankan mengenakan pakaian takwa, pakaian yang menutup aurat aja gak dikenakan) 
Jadi... Duhai saudariku para muslimah, tolong sekali... yang masih pahanya diumbar, rambut panjangnya tergerai indah, lekuk tubuhnya menonjol... Semoga segera bertobat, agar masih dianggap sebagai anak cucu adam dan segera bisa meraih gelar takwa. Insya Allah..

Tidak ada kata terlambat. Biar telat yang penting masih mau tobat :)

Seperti Roda Berputar

Hidup seperti roda berputar. Ada saatnya kita di bawah, terpuruk, dan tak punya apa2. Namun adakalanya juga kita di atas, menanjak dan bisa memiliki apa yang diinginkan. Jadi.. Pabila saat ini kita tengah diuji oleh suatu hal baik penyakit, kekurangan, maupun kelemahan diri maka yakinlah suatu saat kita pasti bisa berada di atas; meraih apa yang diinginkan, memiliki kelebihan dan mampu mengatasi kelemahan diri.

Sayangnya.. Ketika di atas kita suka lupa diri.. Yang pada akhirnya membuat Allah lebih lama memberikan kita posisi di bawah. Semoga.. Kita bisa lebih menyeimbangkan bahwa ketika di bawah jangan terlalu terpuruk sedang ketika berada di atas jangan sampai lupa diri. Hidup indah jika disyukuri bukan dicaci atau dimaki... Karena Allah telah gariskan hidup kita masing-masing sesuai porsi di dunia ini.

‪#‎suplemenpagi‬
‪#‎nasihatdiri‬