Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
6 Sebab Lemahnya Iman (dari 31 Sebab Lemahnya Iman)
Oleh: Ust Subhan Bawazier
***
Lemahnya iman bisa karena kita kurang berilmu. dan bisa juga karena kita
dikotori oleh kemaksiatan. lalu.. bagaimana caranya beriltizam atau
mempertahankan iman?
1. Kritisi keikhlasan kita, ikhlas yakni memurnikan semuanya karena
Allah. hal sederhana dari rajin membersihkan kamar mandi, mukena yang rutin
dicuci jangan hanya ketika tamu mau datang. tapi semata2 melakukan karena
Allah. Biasakan aktivitas keagamaan kita, demi Allah semata bukan demi mendapat
sanjungan dan penilaian positif dari manusia. "Tidaklah mereka
diperintahkan kecuali mengikhlaskan agama mereka untuk Allah.."
2. Istiqomah atau konsisten dalam emosi. Coba kritisi kehidupan sehari2 apakah rumah kita sudah menjadi surga yang dirindukan? apakah anak2 betah berlama2 dekat dengan kita? mungkin ada sikap yang berubah sehingga konsisten menjadi pribadi yang baik itu memudar. Karena semestinya agama membuat kita menjadi lebih baik. Jangan sampai betul bicaranya tapi salah tempatnya. Jangan sampai beragama membuat kita galak sehingga tidak ada yang mau berlama2 dekat dengan kita dan menjauh.
Tidak perlu menghakimi agama orang lain. Jangan disibukkan dengan urusan orang lain. Jangan sering sebar aib.. banyak2lah bertabayyun terlebih dahulu.
Iman yang stabil membuat agama mulia. jika kita sering marah dan temperamen maka sejatinya "agama ga begitu.. karena agama mengajarkan pelakunya justru menjadi lebih baik dan mulia".
3. Kecenderungan pada yang telah berlalu. Saat ini lagi musim reuni,
jangan sampai masa lalu membuat jadi baper sehingga iman jadi lemah. Seharusnya
mengingat masa lalu membuat kita bersemangat menghadapi masa sekarang dan masa
depan. Makin bersyukur dengan kehidupan yang sekarang niscaya nikmatnya akan
ditambah. Jangan pernah membanding2kan masa lalu dengan masa sekarang.
4. Minimnya pendidikan mental. Jangan diam pada zona nyaman kita. Buat lingkungan yang bisa dibentuk untuk saling mengingatkan, menasihati dalam kebaikan. Qs. Mudassir ~》 ".. Bangun.. singsingkan selimutmu. beri peringatan." Jadi, jangan sampai berdakwah yang didakwahi nurut karena perintah pendakwahnya tapi taatlah pada Allah yang sejatinya memerintahkan.
4. Minimnya pendidikan mental. Jangan diam pada zona nyaman kita. Buat lingkungan yang bisa dibentuk untuk saling mengingatkan, menasihati dalam kebaikan. Qs. Mudassir ~》 ".. Bangun.. singsingkan selimutmu. beri peringatan." Jadi, jangan sampai berdakwah yang didakwahi nurut karena perintah pendakwahnya tapi taatlah pada Allah yang sejatinya memerintahkan.
Didiklah diri, dan keluarga kita ajak untuk ke
tempat2 yang baik, cari teman2 serta lingkungan yang shalih. Takdir masih bisa
diubah jika kita mau berusaha dan berdoa karena "tidak ada yang bisa
mengubah takdir kecuali dengan doa"
5. Dangkalnya pemahaman arti ibadah. Banyak orang ibadah tapi ga ngerti dan ga paham dengan ibadah yang dilakukan.. jadi orangtua harus bersabar dalam mendidik anak2nya. ilmu lebih penting dari segala2nya. sebelum mengaplikasikan perbuatan.
6. Lalai dalam ibadah sehari2. Jangan ibadah lalai. Kalau paham dan berilmu tentang shalat maka tidak akan lalai dalam shalat, tidak akan terburu2 dan tidak akan mengakhirkan karena tau akan ilmunya. "Tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah" maka tugas kita memang beribadah maka jangan lalai dalam mengerjakannya. --- bersambung pada kajian selanjutnya ---
5. Dangkalnya pemahaman arti ibadah. Banyak orang ibadah tapi ga ngerti dan ga paham dengan ibadah yang dilakukan.. jadi orangtua harus bersabar dalam mendidik anak2nya. ilmu lebih penting dari segala2nya. sebelum mengaplikasikan perbuatan.
6. Lalai dalam ibadah sehari2. Jangan ibadah lalai. Kalau paham dan berilmu tentang shalat maka tidak akan lalai dalam shalat, tidak akan terburu2 dan tidak akan mengakhirkan karena tau akan ilmunya. "Tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah" maka tugas kita memang beribadah maka jangan lalai dalam mengerjakannya. --- bersambung pada kajian selanjutnya ---
Wallahu'alam.
Diresume
oleh ~DLT
Gairah Menjalani Kehidupan
Hidup sejatinya berisi persaingan. Lihatlah para pedagang kaki lima yang bersaing satu sama lain untuk menjajakan dagangannya yang notabene jenisnya sama dengan pedagang lain. Atau lihatlah para pekerja yang bersaing mendapat tempat duduk dicommuter line demi berangkat kerja.
Jika kita bertanya, apa yang membuat mereka begitu rela melakukan itu semua? Jawabannya satu, karena mereka memiliki gairah. Mengapa penting memiliki sebuah gairah? Karena dengan adanya gairah, kita mampu untuk menjalani hidup yang isinya penuh dengan persaingan. Jika saja gairah itu tidak ada, mungkin kita memilih tidak berangkat kerja, atau memilih untuk lebih santai di rumah menikmati hidup yang ala kadarnya.
Padahal kita sudah paham bahwa “waktu adalah pedang“. Kita tahu pedang kan? Kalau kita tidak tahu bagaimana cara memakainya maka kita akan terbunuh oleh pedang itu sendiri, kalau kita tidak dapat mematahkannya maka ia yang justru akan memenggal kita. Oleh sebab itu, waktu 24 jam yang ada harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tentu harus diimbangi dengan sebuah kegairahan dalam menjalaninya.Semangattt ya😉
23 Cara Membangun Rumah di Surga
Oleh: Abu Nida.
***
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Allah dan beramal shalih
3. Iman kepada Allah & RasulNya serta berjihad di jalan Allah.
4. Iman kepada Allah dan membenarkan para Rasul.
5. Takwa pada Allah
6. Meminta terus menerus dengan ikhlas agar dikaruniai mati syahid di jalanNya
7. Membangun masjid ikhlas karena Allah
8. Pergi ke masjid di waktu subuh dan malam hari u/shalat jamaah dan ibadah lainnya.
9. Shalat sunnah rawatib 12 rakaat dalam sehari semalam
10. Menyambung shaff dalam shalat dengan menutup sela2 di antara dua shaff
11. Shalat dhuha dan qabliyah zuhur masing2 empat rakaat
12. Shalat dhuha 12 rakaat
13. Membaca surah Al Ikhlas 10x setiap hari
14. Bicara yang baik
15. Memberi makan pada fakir miskin
16. Rajin berpuasa
17. Shalat malam (tahajjud)
18. Meninggalkan perdebatan
19. Menjauhi berdusta walau bercanda
20. Selalu memperbaiki akhlaknya
21. Sabar atas kematian anaknya
22. Mengucapkan doa saat masuk pasar
23. Mengunjungi orang sakit atau saudara seiman
Sumber: kitab "Hal turiidu baitan fil jannah"
#kajianyuk #kajiansunnahjakarta #kajianjakarta #kajianislam
Hati yang Kuat demi Jiwa yang Kuat
Oleh: Ust Abu Fahad Ega @Soepomo Office Park, Tebet.
***
Hal-hal yang dapat membuat hati dan jiwa kuat:
Hal-hal yang dapat membuat hati dan jiwa kuat:
1.Hiasi hati dengan keimanan dan kecintaan pada Allah dengan taat pada Allah.
2. Mengetahui nama-nama Allah dan sifatNya sehingga menambah kecintaan pada Allah.
3. Hiasi hati dengan perbanyak membaca Al-Qur'an dan hidup dalam naungan Al-Qur'an.
4. Memberi ketenangan pada hati ini. Dengan cara banyak berdzikir pada Allah, serta belajar agama lebih dalam lagi.
5. Beramal dengan kelembutan dan menjauhi diri dari kesombongan dengan
cara banyak menyantuni anak yatim dan berziarah kubur agar mengingat
kematian.
6. Menjauhi diri dari segala perbuatan maksiat karena akan mengeraskan dan menghitamkan hati.
7. Berusaha siang dan malam dengan baca Al-Quran dan beramal sholeh.
Lakukan rutin dan kontinyu siang dan malam setiap harinya. Maka hati
akan terselamatkan dari fitnah syahwat dan fitnah syubhat.
Wallahu'alam
Wallahu'alam
Diresume oleh ~DLT
Senyum, Bekal Sederhana ke Surga
Ibnul Qayyim memberikan nasehat yang sangat indah,
العَمَلُ بِغَيْرِ اِخْلاَصٍ وَلاَ اِقْتِدَاءٍ كَالمُسَافِرِ يَمْلَأُ جِرَابُهُ رَمْلاً يُثْقِلُهُ وَلَا يَنْفَعُهُ
“Amalan yang dilakukan tanpa disertai ikhlas dan tanpa mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaikan seorang musafir yang membawa ransel berisi pasir. Bekal pada ransel tersebut hanya memberatkan, namun tidak membawa manfaat apa-apa.” (Al-Fawa’id, hlm. 81).
Seringkali kita membawa bekal yang sia-sia, hingga memberatkan kita namun sayangnya tidak memberikan manfaat.
Lalu apa contohnya? Amalan yang dilakukan tidak ikhlas (riya’ dan sum’ah), juga amalan yang tanpa tuntunan Rasul (bid’ah) itulah merupakan bekal sia-sia.
Jangan sampai kita membawa bekal yang sia-sia padahal perjalanan kita begitu berat menuju akhirat.
Lalu bekal sederhana apa yang tidak memberatkan dan tidak menjadi sia2. Salah satunya adalah dengan menebar senyuman. Karena senyuman itu merupakan shadaqah.
yukk #keepsmile #senyuminaja #janganlupabahagia #hadapihayatinikmati #alhamdulillah
Pasangan Sevisi-misi
Alhamdulillah dapet pasangan yang sevisi misi soal wirausaha. Kami sangat yakin bahwa pintu rejeki terbuka saat memulai bisnis meski mulai dari kecil2an.
Itulah mengapa.. saya dan suami tengah memperjuangkan untuk bisa jadi pengusaha sukses. Biarin deh kata orang ga mungkin, atau bahkan dinyiyirin. Gapapa bersakit-sakit dahulu.. toh bersenang-senang kemudian tho.
Makanya kalau ada pebisnis sukses jangan iri bin baperan aja. Kamu ga tau jatuh bangunnya dia kayak apa dan perjuangannya untuk bisa sukses kayak gimana.
So. Jangan cuma iri dan ribut dengan rumput tetangga yang lebih hijau. Yukk actionnya... Allah melihat proses maka hasil akan mengikuti. Dan memohonlah pada Allah agar diberi hasil2 terbaik alias dapat memanen dari kerja keras selama ini.Smangatt😁
😇
Duhai Para Istri, Tetaplah Taat Pada-Nya dan Dirinya
Duhai para istri, ketahuilah bahwa suami kita bukanlah malaikat yang tanpa cela. Seperti halnya diri kita pun bukan bidadari tanpa noda. Jadilah wanita yang mulia.. Karena kemuliaan dengan tetap menaati-Nya dan dirinya.
Tapi jika perpisahan (perceraian, kematian) jalan terbaiknya, maka lihatlah Maryam yang begitu mulia meski suami tak punya. Asiyah yang begitu mulia walau bersuamikan Fir'aun yang durhaka. Khadijah pun sangat mulia saat menjalani takdir sebagai seorang janda. Jadi, tetaplah mulia dengan bertakwa pada-Nya.
Peluncuran Buku "Dua Kodi Kartika" Keke Busana, Dari Kanal Tradisional Hingga Omset Fenomenal
Hadirnya fenomena menguatnya kelas menengah muslim di Indonesia, mendorong Keke Busana menangkap peluang, berupa potensi pasar yang harus digarap serius. Keke busana hadir tidak hanya mengeluarkan produk-produk busana muslim berkualitas tetapi juga hadir dengan praktik bisnis yang syarat dengan nilai spiritualnya.Itulah yang disampaikan oleh Rendy Saputra selaku CEO Keke Busana usai peluncuran dan bedah buku “Dua Kodi Kartika” pada Pameran Islamic Book Fair (IBF) 2015 di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/15). Hadir sebagai pembicara juga yaitu inspirator Sukses Mulia, Jamil Azzaini dan pemilik Keke Busana, Ika Kartika.Rendy Saputra yang merupakan penulis buku “Dua Kodi Kartika” mengawali karirnya di tahun 2012 sebagai konsultan Keke Busana kemudian berkat ketekunan serta keseriusannya dalam berkontribusi di Keke Busana membuat dirinya masuk dalam jajaran direksi di tahun 2014.Merek KeKe Busana diambil dari kata “Keukeuh” dalam bahasa sunda yang artinya ngotot tetapi berkonotasi positif. Rendy menulis dalam bukunya “Ngototlah untuk menjadi yang terbaik, karena menjadi baik itu perlu ngotot”.Ia bercerita dalam bukunya, bahwa dalam kegigihan usaha Ika Kartika yang akrab disapa Bunda dalam mengembangkan usahanya, berawal dari 2 kodi baju dengan hanya 2 model di tahun 2006. Namun dengan kengototannya, produksi KeKe Busana mencapai 300.000 busana muslim dalam kurun waktu 8 tahun dengan jaringan distribusi yang telah tersebar di seluruh Indonesia.Buku “Dua Kodi Kartika” berisi 40 kisah pembelajaran hidup di mana penulis mengambil kisah yang sarat dengan falsafah hidup dari pemilik Keke Busana, salah satunya dari segi kepemimpinan Bunda Ika Kartika pada anak buahnya yang sangat diacungi jempol. Menurutnya banyak nilai-nilai bisnis yang perlu dicontoh dari Bunda untuk menjadi pengusaha dengan cara yang benar.Sedangkan pembicara lainnya, Jamil Azzaini menambahkan bahwa buku setebal 282 halaman ini merupakan bacaan wajib bagi siapa saja yang baru atau sedang menekuni dunia bisnis agar bisnis yang dibangun dapat berkembang pesat. “Bukan teori tanpa bukti, tapi ramuan yang diolah dari pengalaman nyata seorang wanita yang sangat layak dijadikan teladan,” kata Jamil.Menurut pemilik KeKe Busana sendiri, kunci keberhasilannya dalam membangun merk, tidak lepas dari kerja tim. Sebab Bunda merekrut anak-anak muda terbaik, kemudian mensinergikan mereka ke dalam KeKe Busana, dan memberikan ruang untuk ide-ide mereka. Selain itu, kunci sukses KeKe Busana selain kekuatan SDM, kekuatan jaringan juga kekuatan produksi.Keke Busana menggunakan Tagline “Beauty in Harmony”, dengan harapan setiap produk yang dihasilkan mengandung keselarasan dalam warna dan pola sehingga menghasilkan keindahan bagi pemakainya serta berkah bagi stakeholdersnya. Aamin.
Menjadi Wirausahawan Muslim
Hari kamis (26/02) yang lalu, saya menemani suami (Ayatullah ZN,
M.Pd) mengisi Kajian Rutin Kamis Sore yang diadakan oleh Forum Mahasiswa
Muslim Pascasarjana UNJ bertempat di Masjid Nurul Irfan UNJ untuk
berbagi ilmu mengenai tema kewirausahaan.
Saya menyimak materi yang disampaikan suami. Maka, saya coba paparkan melalui tulisan ini untuk berbagi dengan para pembaca yang budiman. Sebelum memulai materi, suami memberitahukan sasaran pencapaian dalam kajian tersebut. Ada 3 goal yang diharapkan: Pertama, menumbuhkan jiwa wirausaha. Kedua, wirausaha dalam Islam dan ketiga, saatnya memulai usaha.
Pertama, aspek dalam menumbuhkan jiwa wirausaha adalah pemikiran (fikriyah), keyakinan (qalbiyah) dan latihan (tadribah). Yang kesemuanya itu harus dipraktekkan dengan keberanian untuk memulainya. Berkaca pada Robert T. Kiyosaki, yang memiliki dua orang ayah yaitu ayah kaya dan ayah miskin. Dari situlah ia menjelaskan teori mengenai perbedaan prinsip bekerja ayah kaya dan ayah miskin. Salah satunya adalah ayah miskin bekerja untuk orang lain dan melek pendidikan formal sedangkan ayah kaya bekerja untuk diri sendiri dan melek secara finansial.
Hidup tidak jauh dari aset dan liabilitas (utang). Apa itu ASET? Ialah sesuatu yang bisa menambah uang ke dalam ‘kantong’ kita. Sedangkan LIABILITAS ialah sesuatu yang membuat kita mengeluarkan uang dari ‘kantong’.
Suami saya mengambil contoh Handphone. Barang ini akan menjadi sebuah liabilitas kalau tidak digunakan untuk mendapatkan penghasilan. Karena setiap bulan tentu harus mengeluarkan uang untuk membeli pulsa. Lain halnya bila menggunakan HP untuk berbisnis pulsa. Dengan mengeluarkan uang untuk beli pulsa, malah bisa mendapat pulsa gratis + untung yang lebih.
Jadi, orang-orang yang sukses dan menjadi kaya (karena sukses pasti kaya, sedangkan kaya belum tentu sukses) cenderung memiliki kesamaan untuk berinvestasi di aset. Tahanlah diri lebih dulu untuk keinginan konsumtif berbelanja ini itu kalau semuanya adalah liabilitas. Karena nantinya pun hanya akan menguras uang kita lebih banyak lagi.
Maka, sukses adalah memperbesar kolom aset dan memperkecil kolom liabilitas. Kembangkan aset kita hingga akhirnya bisa membayar semua kebutuhan liabilitas. Karena di titik tersebut, tentulah kita sudah passive income.
Kedua, wirausaha dalam Islam. Dalam kitab Fathul Baari Nabi SAW bersabda: “Allah SWT memiliki 20 pintu rezeki untuk hamba-Nya, 1 pintu rezeki untuk mereka yang bekerja untuk orang lain (employee) dan 19 pintu rezeki untuk mereka yang bekerja dengan tangan mereka sendiri (entrepreneur).”(Al Hadits)
Rasulullah SAW sebagai teladan umat adalah seorang Pedagang/Pengusaha yang handal (skillfull) dan terpercaya (kredibel). Dari 10 Sahabat Rasul yang dijamin oleh Allah SWT masuk ke dalam surga, 9 di antaranya adalah para Entrepreneur sejati.
Jika berkaca pada entrepreneurship ala Rasulullah, kita bisa menemukan Jiwa entrepreneurship sejak usia 12 tahun tatkala pamannya Abu Thalib mengajak melakukan perjalanan bisnis ke Syam. Lalu pada usia 17 tahun telah diserahi wewenang penuh untuk mengurusi seluruh bisnis pamannya. Pada usia 20 hingga 25 tahun merupakan titik keemasan, terbukti dengan tertariknya seorang Investor/Konglomerat Makkah Khadijah Binti Khuwalaid yang kemudian meminangnya untuk menjadi suami. Dan beliau mulai mengurangi kegiatan bisnisnya ketika mencapai usia 37 tahun.
Lalu, apa yang menjadi kunci kesuksesan berbisnis ala Rasulullah? Yaitu dedikasi, keuletan yang tinggi dan kecerdasan beliau dalam mengelola bisnis. Kemudian Rasul membawa nilai-nilai yang utama yaitu kejujuran (shiddiq) dan kesetiaan memenuhi term dan condition (amanah).
Ketiga, saatnya memulai usaha (start to be YOU not YOURS). Milikilah langkah menuju sukses yakni ide yang terus dikembangkan, kemauan dan kemampuan yang mengiringi, semangat dan kerja keras dalam berusaha serta loyalitas dan bertanggung jawab terhadap usaha yang digeluti. Dengan begitu kita akan mampu menjadi wirausaha muslim sejati.
Ikutilah langkah-langkah menjadi entrepreneur seperti Roger Cartwright yang mampu mencari produk, layanan, gagasan yang BERBEDA. Kemudian tentukan langkah-langkah mendapatkan SUMBER DAYA yang diperlukan. Jangan lupa untuk mengenali lingkungan eksternalnya dan mengenali diri serta tujuan. Kuasailah kecakapan-kecakapan yang menunjang usaha dan pertimbangkan setiap resiko, namun jangan sampai takut gagal. Tentukan sasaran yang ingin dicapai dan komunikasikan visi terhadap orang-orang di sekitar. Kemudian cari dukungan dan bangun jaringan kerja dengan orang banyak.
Poin penting yang harus diingat adalah luruskan niat bertaqarrub pada Allah SWT, ikuti sunnah Nabi dan Rasul dalam berwirausaha, belajar dari entrepreneur muslim yang sudah sukses dan tentu lakukan praktek di lapangan. Karena teori tanpa praktek adalah NOL besar.
Let’s start to be you. Mengawali usaha harus dilakukan dari “Nol” atau dari bawah. Jangan abaikan “Reputasi” dan kredibilitas pribadi seorang Entrepreneur Karen itu merupakan “modal” utama meraih sukses. Sedangkan modal uang hanyalah “pelengkap” bukan yang utama dalam memulai usaha/bisnis. Kita bisa memulai dari dari apa yang dimiliki dan mulailah dari sekarang. Pilihannya, tetap bekerja atau tetap berpenghasilan? Tentu kita harus berpenghasilan tetap dan tetap berpenghasilan. Itulah entrepreneur sejati.
Saya menyimak materi yang disampaikan suami. Maka, saya coba paparkan melalui tulisan ini untuk berbagi dengan para pembaca yang budiman. Sebelum memulai materi, suami memberitahukan sasaran pencapaian dalam kajian tersebut. Ada 3 goal yang diharapkan: Pertama, menumbuhkan jiwa wirausaha. Kedua, wirausaha dalam Islam dan ketiga, saatnya memulai usaha.
Pertama, aspek dalam menumbuhkan jiwa wirausaha adalah pemikiran (fikriyah), keyakinan (qalbiyah) dan latihan (tadribah). Yang kesemuanya itu harus dipraktekkan dengan keberanian untuk memulainya. Berkaca pada Robert T. Kiyosaki, yang memiliki dua orang ayah yaitu ayah kaya dan ayah miskin. Dari situlah ia menjelaskan teori mengenai perbedaan prinsip bekerja ayah kaya dan ayah miskin. Salah satunya adalah ayah miskin bekerja untuk orang lain dan melek pendidikan formal sedangkan ayah kaya bekerja untuk diri sendiri dan melek secara finansial.
Hidup tidak jauh dari aset dan liabilitas (utang). Apa itu ASET? Ialah sesuatu yang bisa menambah uang ke dalam ‘kantong’ kita. Sedangkan LIABILITAS ialah sesuatu yang membuat kita mengeluarkan uang dari ‘kantong’.
Suami saya mengambil contoh Handphone. Barang ini akan menjadi sebuah liabilitas kalau tidak digunakan untuk mendapatkan penghasilan. Karena setiap bulan tentu harus mengeluarkan uang untuk membeli pulsa. Lain halnya bila menggunakan HP untuk berbisnis pulsa. Dengan mengeluarkan uang untuk beli pulsa, malah bisa mendapat pulsa gratis + untung yang lebih.
Jadi, orang-orang yang sukses dan menjadi kaya (karena sukses pasti kaya, sedangkan kaya belum tentu sukses) cenderung memiliki kesamaan untuk berinvestasi di aset. Tahanlah diri lebih dulu untuk keinginan konsumtif berbelanja ini itu kalau semuanya adalah liabilitas. Karena nantinya pun hanya akan menguras uang kita lebih banyak lagi.
Maka, sukses adalah memperbesar kolom aset dan memperkecil kolom liabilitas. Kembangkan aset kita hingga akhirnya bisa membayar semua kebutuhan liabilitas. Karena di titik tersebut, tentulah kita sudah passive income.
Kedua, wirausaha dalam Islam. Dalam kitab Fathul Baari Nabi SAW bersabda: “Allah SWT memiliki 20 pintu rezeki untuk hamba-Nya, 1 pintu rezeki untuk mereka yang bekerja untuk orang lain (employee) dan 19 pintu rezeki untuk mereka yang bekerja dengan tangan mereka sendiri (entrepreneur).”(Al Hadits)
Rasulullah SAW sebagai teladan umat adalah seorang Pedagang/Pengusaha yang handal (skillfull) dan terpercaya (kredibel). Dari 10 Sahabat Rasul yang dijamin oleh Allah SWT masuk ke dalam surga, 9 di antaranya adalah para Entrepreneur sejati.
Jika berkaca pada entrepreneurship ala Rasulullah, kita bisa menemukan Jiwa entrepreneurship sejak usia 12 tahun tatkala pamannya Abu Thalib mengajak melakukan perjalanan bisnis ke Syam. Lalu pada usia 17 tahun telah diserahi wewenang penuh untuk mengurusi seluruh bisnis pamannya. Pada usia 20 hingga 25 tahun merupakan titik keemasan, terbukti dengan tertariknya seorang Investor/Konglomerat Makkah Khadijah Binti Khuwalaid yang kemudian meminangnya untuk menjadi suami. Dan beliau mulai mengurangi kegiatan bisnisnya ketika mencapai usia 37 tahun.
Lalu, apa yang menjadi kunci kesuksesan berbisnis ala Rasulullah? Yaitu dedikasi, keuletan yang tinggi dan kecerdasan beliau dalam mengelola bisnis. Kemudian Rasul membawa nilai-nilai yang utama yaitu kejujuran (shiddiq) dan kesetiaan memenuhi term dan condition (amanah).
Ketiga, saatnya memulai usaha (start to be YOU not YOURS). Milikilah langkah menuju sukses yakni ide yang terus dikembangkan, kemauan dan kemampuan yang mengiringi, semangat dan kerja keras dalam berusaha serta loyalitas dan bertanggung jawab terhadap usaha yang digeluti. Dengan begitu kita akan mampu menjadi wirausaha muslim sejati.
Ikutilah langkah-langkah menjadi entrepreneur seperti Roger Cartwright yang mampu mencari produk, layanan, gagasan yang BERBEDA. Kemudian tentukan langkah-langkah mendapatkan SUMBER DAYA yang diperlukan. Jangan lupa untuk mengenali lingkungan eksternalnya dan mengenali diri serta tujuan. Kuasailah kecakapan-kecakapan yang menunjang usaha dan pertimbangkan setiap resiko, namun jangan sampai takut gagal. Tentukan sasaran yang ingin dicapai dan komunikasikan visi terhadap orang-orang di sekitar. Kemudian cari dukungan dan bangun jaringan kerja dengan orang banyak.
Poin penting yang harus diingat adalah luruskan niat bertaqarrub pada Allah SWT, ikuti sunnah Nabi dan Rasul dalam berwirausaha, belajar dari entrepreneur muslim yang sudah sukses dan tentu lakukan praktek di lapangan. Karena teori tanpa praktek adalah NOL besar.
Let’s start to be you. Mengawali usaha harus dilakukan dari “Nol” atau dari bawah. Jangan abaikan “Reputasi” dan kredibilitas pribadi seorang Entrepreneur Karen itu merupakan “modal” utama meraih sukses. Sedangkan modal uang hanyalah “pelengkap” bukan yang utama dalam memulai usaha/bisnis. Kita bisa memulai dari dari apa yang dimiliki dan mulailah dari sekarang. Pilihannya, tetap bekerja atau tetap berpenghasilan? Tentu kita harus berpenghasilan tetap dan tetap berpenghasilan. Itulah entrepreneur sejati.
Cinta Tidak Pada Tempatnya
Asisten Rumah Tangga (ART) saya yang biasa bantu menyetrika baju, adalah seorang remaja usia 17 tahunan. Di usia tersebut, dia sudah dimanahi melahirkan serta harus merawat dan membesarkan balita kembar usia 1 tahun. Ternyata usut punya usut, ia mengalami MBA (Married by Accident).Semestinya di usia dia yang harusnya menempuh bangku SMA kelas XI, lagi senang-senangnya bergaul, dan menuntut ilmu demi masa depannya. Namun tidak bagi ART saya ini, ia harus di DO dari sekolahnya lantaran hamil dengan pacarnya yang berjarak usia 5 tahun. Dan ketika saya berdialog dengannya sembari menyetrika, saya tanyakan "kamu kenapa sih kok bisa dihamilin gitu, emang gak nyesel sekarang jadi putus sekolah dan kerjaanmu jadi tukang nyetrika?" jawabnya dia "hm, ya mau gimana lagi teh, habis namanya juga CINTA".
Nah, inilah cinta yang tidak pada tempatnya.. Atas nama cinta mengorbakan mahkota keperawanan dan sekolah yang sudah ditempuh bertahun-tahun harus pupus begitu saja. Sementara ia harus banting tulang jadi tukang nyetrika di berbagai rumah demi menyambung hidup dengan suami dan putri kembarnya.
Semoga.. para remaja di luar sana mendapat bimbingan dari orangtua dan basic agama (imannya) harus diperkuat kembali agar tidak mudah menjual keperawanan atas dasar suka sama suka.
Ketika Ibu Menjadi Pemikir, Perasa dan Pelaku
Cinta,
Curcol,
Kehidupan,
Kehidupan Rumah Tangga,
Motivasi,
Serba-serbi ~DLT,
Tentang Rayyan,
Wanita
Seorang wanita (dibaca: ibu) dikaruniai oleh Allah kelebihan yang bisa fokus di beberapa titik ketimbang laki2 yang hanya fokus satu titik. Maka pekerjaan sebagai ibu adalah menjadi seorang pemikir, perasa dan pelaku.Coba bayangkan... Ketika rumah berantakan, ia menjadi pemikir "Kenapa rumah ga bisa rapi.. Selalu saja berantakan.." lalu menjadi perasa "Ya Allah.. Anak dan suamiku tidak bisa membantu menjaga kebersihan rumah, aku lelah mengurus rumah setiap hari yang tidak pernah bersih dan rapi" kemudian ia menjadi pelaku yakni terjun langsung bergerak membersihkan rumah yang berantakan tsb. Itu baru satu titik.. Belum lagi urusan masak, mencuci baju dan menyetrika yang bisa dikerjakan sekaligus (banyak titik).Jadi.. Betapa seorang wanita (dibaca: ibu) luar biasa dalam menjalani perannya dalam berumah tangga. Dan konsekuensinya ketika orang banyak mikir, merasa dan bergerak maka tingkat kecenderungan stressnya bisa tinggi. Maka dari itu banyak ditemui seorang ibu mengalami darah tinggi karena marah2 terus bukan tanpa alasan tapi karena memang pekerjaannya sehari2 selalu berat.
Itulah mengapa sayyidina Umar ketika menghadapi kemarahan istrinya hanya diam mematung dan tidak membalas kemarahan istrinya karena ia sadar bahwa pekerjaan sebagai seorang istri dan ibu tidak mudah. Mungkin sayyidina Umar diam karena tidak ingin menambah stress istrinya. Dan yang membuat wanita cenderung lebih tua dari usianya.
Proud of housewife... Hargai, hormati setiap ibu. Karena perannya begitu sangat berarti.*salam takzim dan semangat buat ibu2 hebat
Doa Untuk Adik Tercinta
Nyess banget... Punya adek yang lagi berjuang mewujudkan impiannya memahkotai orangtua dengan cahaya di surga kelak. Berharap cita-citanya terwujud menjadi al hafidz di tahun 2015 ini. Saya mohon bantuan doanya ya bagi teman-teman yang membaca postingan ini. Semoga Allah wujudkan kebaikan ini. aamiin
Suksesmu Untuk Keluarga
Cinta,
Curcol,
Kehidupan,
Kehidupan Rumah Tangga,
Motivasi,
Serba-serbi ~DLT,
Tentang Rayyan,
Wanita
Meski kamu sudah menikah dan memiliki anak, api harapan dan impian itu janganlah semakin padam justru harus semakin menyala. Kamu harus yakin, berbagai step sudah kamu lalui dengan sukses; menjadi seorang anak yang sekolah, kuliah, bekerja lalu menjadi seorang istri dan ibu. Maka apa lagi yang kamu cari?
"Tapi masih banyak yang belum aku capai!"
"Aku ingin mendapatkan ini itu"
"Aku mau menjadi seperti dia"
"Aku ingin sukses seperti mereka itu"
Yakinlah... suksesmu kini bukan untuk dibanggakan orang lain, suksesmu kini bukan untuk ditunjukkan pada orang lain melainkan sukses untuk keluargamu; sukses yang harus kamu persembahkan pada pasangan dan keturunanmu. Dan ketika mereka sudah menyaksikannya maka itulah definisi suksesmu saat ini. Penghargaan terbaik untukmu adalah dari suami dan anakmu. Sudah cukup itu...
Menulis Itu MenCERAHkan
Menulis... Merupakan aktivitas yang menCERAHkan. Jangan ragu untuk menulis.
“Tulisan..
bukanlah
gores pena
semata,
tetapi
ia
merupakan
pembuka
jendela
dunia”
Menulislah…
Selama
engkau
tidak
menulis,
engkau
akan
hilang
dari
dalam
masyarakat
dan
dari
pusaran
sejarah
Saling Mengerti Antar Pasutri
Dari sekian banyaknya teori yang diketahui..Sungguh prakteknya sulit dilakoni.Dalam hubungan pasutri,Gesekan bisa saja terjadi bahkan terus bila tak saling memahami.Kuncinya memang harus memahami.Kita awali dari mengerti, mengapa pasangan begitu begini..Kita cermati apakah pola pemicu pergesekan hal2 itu lagi?Lantas bukan menghakimi (walau nyatanya ini yg sering diawali),
Lalu renungkan apa yg bisa diambil dari semua yg terjadi.
Sulit.. bukan berarti tak bisa dijalani.Urusan rumah tangga bukan hanya milik istri..Tapi juga suami yg harus mengiringi.Bahu membahulah antara pasutri,Komunikasikan segala pinta yg tersimpan di hati.Semoga rumah tangga sakinah dimiliki,Yang ketenangan dan ketenteramannya bukan publik nikmatiMelainkan oleh pasutri itu sendiri.
Mujarabnya Doa
Tentang sebuah doa..
Yang terpanjat dari lubuk jiwa.
Doa yang mengena.
Dimakbulkan Allah jua.
Imam Syafi’i rahimahullah berkata: "Janganlah engkau mengejek doa dan jangan engkau meremehkan doa. Engkau tidak tau apa yang dilakukan oleh doa. Doa itu ibarat panah-panah yang dilepaskan ditengah malam, tidak akan meleset. Pasti suatu saat akan mengena, tetapi untuk mengena itu butuh waktu.”
Oleh karenanya seorang tatkala berdoa di malam hari, yakinlah suatu saat pasti dikabulkan oleh allah Subhanahu wa Ta’ala, cepat atau lambat.
Allah yang lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba –hamba Nya.. Tetaplah berdoa, karena setiap doa menembus arsy-Nya.
Pembicara Talkshow "Saatnya Menjadi Remaja Berprestasi dan Produktif" di Subang
Alhamdulillah, tepatnya 31 Januari 2015 lalu dikasih kesempatan mengisi acara Syifest 2015 garapannya santriwati As-Syifa Islamic Boarding School Subang. Saat itu pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Subang yang daerahnya menanjak dan berbukit-bukit. Qadarullah ditemani suami, anak dan kedua orangtua yang terus menyupport kegiatan saya. Alhamdulillah talkshow bertajuk "Menjadi Remaja Muslimah Berprestasi dan Produktif" akhirnya berjalan lancar. Berikut saya akan share potongan slide materi dalam bentuk JPGnya :)Bagi yang ingin meminta softcopy materi bisa hubungi saya langsung 0812-83810066. Semoga Bermanfaat..

















