"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Status FB. Tampilkan semua postingan

Menghabiskan Waktu dengan Anak



Duhai para orangtua.. memberi fasilitas terlalu banyak akan melemahkan daya juang anak-anak kita. Membuat mereka tidak bertanggung jawab, dan berperilaku buruk karena merasa berhak mendapatkan perlakuan bintang lima karena kekayaan orang tua mereka.

Tetapi orangtua seringkali melakukannya dengan alasan bahwa mereka bekerja keras untuk anak-anaknya. MEREKA DAHULU SUSAH, DAN TAK MAU ANAKNYA JUGA MENGALAMI KESUSAHAN.

Alasan lain karena mereka malas mendidik dan menyerah saja ketika anaknya merengek, “Semua temanku yang lain punya itu...”. Sehingga anak menjadi anak gampang, tidak punya daya juang, tidak punya skill memperjuangkan sesuatu.

Anak anak tidak cukup dibekali dengan knowledge akademik saja. Justru yang mahal adalah jam terbang bertahan dalam kesulitan, tahan stress dan kaki yang kuat untuk pantang menyerah!

Orangtua ingin anaknya “bahagia” . Namun sebenarnya yang anak-anak butuhkan, orangtua yang mendorong mereka untuk mampu MANDIRI.

MENGHABISKAN WAKTU DENGAN ANAK-ANAK LEBIH PENTING
.......DARIPADA...... MENGHABISKAN UANG UNTUK MEREKA.

ORANG HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan
dan Kenyamanan TAPI ..... Mereka dibentuk melalui KESUKARAN... TANTANGAN...&... AIR MATA.

Tautan Hati Suami dengan Istri

Konon... banyak laki-laki ganteng nan shalih yang memperistri wanita berwajah biasa alias ala kadarnya. Jadi, gak usah takut gak bakal dapet jodoh. yang menurut kita gak mungkin nyatanya bisa terjadi kan?

Berapa kali harus membuktikan bahwa suaminya ganteng dan istrinya standar atau istrinya cantik dan suaminya standar, toh hati-hati mereka Allah lah yang menggerakkan untuk saling mencintai dan mengikatnya dalam ikatan suci pernikahan?

Masih galau juga??? Yakinlah bukan soal ketampanan atau kecantikan yang bisa menyatukan dua hati namun.. karena iman yang terpancar dalam diri mereka masing-masing sehingga bisa menimbulkan magnet bagi lawan jenisnya. Jadi.. tugas kita hanya menjalani peran dengan sebaik-baiknya tuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi agar mendapat jodoh yang terbaik pula. Insya Allah..

Jeritan Hati Seorang Istri...

Siang tadi, HP berbunyi... ternyata ada pesan whatsapp yang masuk. Dan ketika saya baca.. ternyata ada tulisan seperti ini dari seseorang yang tidak ingin diketahui identitasnya. Semoga bisa jadi pembelajaran buat para suami ya..

***

Aku di rumah, setiap hari yg kulihat itu-itu melulu. Pekerjaan rumah yg tak pernah berganti itu-itu saja, yg diurusi itu-itu saja, dapur, kamar, kamrr mandi, anak-anak...semuanya hanya sekitar rumah.

Yang kudengar tiap hari hanya jerit anak-anak menangis, berteriak, mengoceh...
Yang kutemui juga bukan lain bukan tidak, hanya piring kotor, makanan & mainan yang tercecer di mana-mana, tumpahan air & anak-anak yang sering protes ketika mulai bosan, ngantuk atau kepanasan, serta popok kotor yang mulai tercium baunya.

Aku juga ingin dihargai. Pekerjaanku, lelahku, keringatku, tangisku...apakah itu tak berarti apa-apa buatmu? Kuurus rumahmu, anak-anakmu...
Aku hati-hati & was-was belanjakan hartamu yang kau amanahkan padaku yang tak lebih banyak dari upahku mengajar dulu...
Tenagaku butuh di-recharge, pikiranku butuh di-refresh, ilmuku butuh di-upgrade...bajuku, make-upku dan semua keperluanku yang dulu bisa kupenuhi sendiri sedang sekarang harus menunggu persetujuan & izinmu untuk dapat memenuhinya dengan harta yg akan kau beri jika ada sisa dari pemenuhan kebutuhan biaya-biaya lain, pun harus kau pikirkan...
Bukankah itu hak-hak seorang istri dari suaminya? Yaitu terpenuhi kebutuhannya, yaitu sandang pangan dan papannya.

Mustahil aku menuntut lebih banyak darimu. Hakku atas dirimu pun tak mampu kau beri. Waktu yg kau beri untukku pun hanya sisa setelah letih & penatmu di kantor. Bahkan untuk bercanda denganku pun kau urung, karena aku tidak lebih menarik dari tab canggihmu yg sudah available dengan segala konten apapun yg kau maui...hiburan, guyonan, nyanyian, bacaan...semua ada di situ di genggamanmu.

Lantas untuk apa lagi kau tengok istri yg lusuh ini, yg setiap harinya hanya berkostum daster yg sudah mulai pudar warnanya karena sering dicuci dan sudah terlalu banyak noda makanan dari masakan yang diolah untukmu & anak-anakmu.

Kau juga malas sekadar mencium keningku setiba dari kerja atau menjelang tidur. Aku berpikir, aku terlalu bau...aroma badanku adalah aroma keringat yang bercampur dengan bau masakan...bukan wangi kasturi.

Sedang rambutku...semakin lepek dan kusut, tak sempat aku menyentuhnya untuk sekadar menyisirnya dengan rapi. Lantas kau akan mendiamkanku dalam lelap tidurmu...karena mungkin mimpimu lebih indah untuk diingat-ingat ketimbang mengingat-ingat wajah istrimu yg hampir tak pernah tersenyum di hadapanmu...atau ketika menyambutmu.

Kau tahu, aku tak meminta mobil mewah atau perhiasan mahal darimu.
Aku hanya ingin kau tahu, senyumku hilang terbasuh letihku...sementara yg kuharap tak kunjung kudapati...

Kau terlalu acuh...
Kau terlalu abai...
Kau tak peduli tentang apa yg kulakukan, tentang bagaimana hari ini kulalui...tentang bagaimana perasaanku...

Bahkan kau tak peduli hal-hal yang menurutmu sepele tapi teramat penting menurutku...
Tapi aku tak bisa memaksamu berubah. Aku terlalu lusuh karena aku hampir tak punya waktu untuk diriku sendiri...tapi kau tak pernah mau tahu.

Aku hanya ingin kau tahu semua itu...ingin kau pahami perasaanku agar kau dapat mengerti yg kurasa... Aku tak butuh penghargaan, tapi dihargai...sebagai istri yang juga butuh perhatian...bukan sebagai budak yg kau bayar semampumu...kau sapa seperlunya... Aku juga tak perlu ucapan terima kasihmu...karena tak pantas untuk pamrih.

Kau, suamiku...belajarlah untuk mengerti aku...hargai ketulusanku mengabdi padamu...dengan hangatnya perhatianmu... sebelum aku semakin merasa lelah dalam lemahku...

~djuin

***

Subhanallah, masya Allah... lagi-lagi seorang ibu harus memiliki hati lapang seluas samudera. Semoga ibu-ibu di manapun berada senantiasa dikuatkan oleh Allah. Saya yang baca ini sambil dengerin lirik Berhati cinta (Istri)... jadi gerimiss air mata :'(