Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
6 Sebab Lemahnya Iman (dari 31 Sebab Lemahnya Iman)
Oleh: Ust Subhan Bawazier
***
Lemahnya iman bisa karena kita kurang berilmu. dan bisa juga karena kita
dikotori oleh kemaksiatan. lalu.. bagaimana caranya beriltizam atau
mempertahankan iman?
1. Kritisi keikhlasan kita, ikhlas yakni memurnikan semuanya karena
Allah. hal sederhana dari rajin membersihkan kamar mandi, mukena yang rutin
dicuci jangan hanya ketika tamu mau datang. tapi semata2 melakukan karena
Allah. Biasakan aktivitas keagamaan kita, demi Allah semata bukan demi mendapat
sanjungan dan penilaian positif dari manusia. "Tidaklah mereka
diperintahkan kecuali mengikhlaskan agama mereka untuk Allah.."
2. Istiqomah atau konsisten dalam emosi. Coba kritisi kehidupan sehari2 apakah rumah kita sudah menjadi surga yang dirindukan? apakah anak2 betah berlama2 dekat dengan kita? mungkin ada sikap yang berubah sehingga konsisten menjadi pribadi yang baik itu memudar. Karena semestinya agama membuat kita menjadi lebih baik. Jangan sampai betul bicaranya tapi salah tempatnya. Jangan sampai beragama membuat kita galak sehingga tidak ada yang mau berlama2 dekat dengan kita dan menjauh.
Tidak perlu menghakimi agama orang lain. Jangan disibukkan dengan urusan orang lain. Jangan sering sebar aib.. banyak2lah bertabayyun terlebih dahulu.
Iman yang stabil membuat agama mulia. jika kita sering marah dan temperamen maka sejatinya "agama ga begitu.. karena agama mengajarkan pelakunya justru menjadi lebih baik dan mulia".
3. Kecenderungan pada yang telah berlalu. Saat ini lagi musim reuni,
jangan sampai masa lalu membuat jadi baper sehingga iman jadi lemah. Seharusnya
mengingat masa lalu membuat kita bersemangat menghadapi masa sekarang dan masa
depan. Makin bersyukur dengan kehidupan yang sekarang niscaya nikmatnya akan
ditambah. Jangan pernah membanding2kan masa lalu dengan masa sekarang.
4. Minimnya pendidikan mental. Jangan diam pada zona nyaman kita. Buat lingkungan yang bisa dibentuk untuk saling mengingatkan, menasihati dalam kebaikan. Qs. Mudassir ~》 ".. Bangun.. singsingkan selimutmu. beri peringatan." Jadi, jangan sampai berdakwah yang didakwahi nurut karena perintah pendakwahnya tapi taatlah pada Allah yang sejatinya memerintahkan.
4. Minimnya pendidikan mental. Jangan diam pada zona nyaman kita. Buat lingkungan yang bisa dibentuk untuk saling mengingatkan, menasihati dalam kebaikan. Qs. Mudassir ~》 ".. Bangun.. singsingkan selimutmu. beri peringatan." Jadi, jangan sampai berdakwah yang didakwahi nurut karena perintah pendakwahnya tapi taatlah pada Allah yang sejatinya memerintahkan.
Didiklah diri, dan keluarga kita ajak untuk ke
tempat2 yang baik, cari teman2 serta lingkungan yang shalih. Takdir masih bisa
diubah jika kita mau berusaha dan berdoa karena "tidak ada yang bisa
mengubah takdir kecuali dengan doa"
5. Dangkalnya pemahaman arti ibadah. Banyak orang ibadah tapi ga ngerti dan ga paham dengan ibadah yang dilakukan.. jadi orangtua harus bersabar dalam mendidik anak2nya. ilmu lebih penting dari segala2nya. sebelum mengaplikasikan perbuatan.
6. Lalai dalam ibadah sehari2. Jangan ibadah lalai. Kalau paham dan berilmu tentang shalat maka tidak akan lalai dalam shalat, tidak akan terburu2 dan tidak akan mengakhirkan karena tau akan ilmunya. "Tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah" maka tugas kita memang beribadah maka jangan lalai dalam mengerjakannya. --- bersambung pada kajian selanjutnya ---
5. Dangkalnya pemahaman arti ibadah. Banyak orang ibadah tapi ga ngerti dan ga paham dengan ibadah yang dilakukan.. jadi orangtua harus bersabar dalam mendidik anak2nya. ilmu lebih penting dari segala2nya. sebelum mengaplikasikan perbuatan.
6. Lalai dalam ibadah sehari2. Jangan ibadah lalai. Kalau paham dan berilmu tentang shalat maka tidak akan lalai dalam shalat, tidak akan terburu2 dan tidak akan mengakhirkan karena tau akan ilmunya. "Tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah" maka tugas kita memang beribadah maka jangan lalai dalam mengerjakannya. --- bersambung pada kajian selanjutnya ---
Wallahu'alam.
Diresume
oleh ~DLT
Gairah Menjalani Kehidupan
Hidup sejatinya berisi persaingan. Lihatlah para pedagang kaki lima yang bersaing satu sama lain untuk menjajakan dagangannya yang notabene jenisnya sama dengan pedagang lain. Atau lihatlah para pekerja yang bersaing mendapat tempat duduk dicommuter line demi berangkat kerja.
Jika kita bertanya, apa yang membuat mereka begitu rela melakukan itu semua? Jawabannya satu, karena mereka memiliki gairah. Mengapa penting memiliki sebuah gairah? Karena dengan adanya gairah, kita mampu untuk menjalani hidup yang isinya penuh dengan persaingan. Jika saja gairah itu tidak ada, mungkin kita memilih tidak berangkat kerja, atau memilih untuk lebih santai di rumah menikmati hidup yang ala kadarnya.
Padahal kita sudah paham bahwa “waktu adalah pedang“. Kita tahu pedang kan? Kalau kita tidak tahu bagaimana cara memakainya maka kita akan terbunuh oleh pedang itu sendiri, kalau kita tidak dapat mematahkannya maka ia yang justru akan memenggal kita. Oleh sebab itu, waktu 24 jam yang ada harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tentu harus diimbangi dengan sebuah kegairahan dalam menjalaninya.Semangattt ya😉
23 Cara Membangun Rumah di Surga
Oleh: Abu Nida.
***
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Allah dan beramal shalih
3. Iman kepada Allah & RasulNya serta berjihad di jalan Allah.
4. Iman kepada Allah dan membenarkan para Rasul.
5. Takwa pada Allah
6. Meminta terus menerus dengan ikhlas agar dikaruniai mati syahid di jalanNya
7. Membangun masjid ikhlas karena Allah
8. Pergi ke masjid di waktu subuh dan malam hari u/shalat jamaah dan ibadah lainnya.
9. Shalat sunnah rawatib 12 rakaat dalam sehari semalam
10. Menyambung shaff dalam shalat dengan menutup sela2 di antara dua shaff
11. Shalat dhuha dan qabliyah zuhur masing2 empat rakaat
12. Shalat dhuha 12 rakaat
13. Membaca surah Al Ikhlas 10x setiap hari
14. Bicara yang baik
15. Memberi makan pada fakir miskin
16. Rajin berpuasa
17. Shalat malam (tahajjud)
18. Meninggalkan perdebatan
19. Menjauhi berdusta walau bercanda
20. Selalu memperbaiki akhlaknya
21. Sabar atas kematian anaknya
22. Mengucapkan doa saat masuk pasar
23. Mengunjungi orang sakit atau saudara seiman
Sumber: kitab "Hal turiidu baitan fil jannah"
#kajianyuk #kajiansunnahjakarta #kajianjakarta #kajianislam



