"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

Pasca melahirkan... aku memanggil tukang pijat tapi setelah sepekan aku melahirkan dede Rayyan. Telat sih, mana dah terlanjur ngurus apa-apa sendiri, ngangkat ember isi jemuran baju, naik turun tangga, naik motor beli perlengkapan baby padahal seharusnya kalau baru sepekan pasca lahiran itu banyak diam dan istirahat. Tapi apa mau dikata.. hehe, aku gak bisa diam selama aku gak merasa sakit dan baik-baik aja alhasil semua kuurus sendiri *yang aku bisa.

Nah... sampai akhirnya, tukang pijat mengatakan "mbak, peranakkanmu turun nih, emang gak pake gurita atau korset ya?"

Waduh... apa tuh peranakkan? Sempet kaget pas tukang pijat mengatakan hal seperti itu. Hm.. Mungkin sebagian dari kita sewaktu habis melahirkan pernah mendapat nasihat dari beberapa orang tua, seperti jangan mengangkat yang berat – berat. Juga tidak boleh bungkuk atau jongkok dalam waktu yang cukup lama, alasannya nanti bisa turun peranakan. Ternyata benar ya... Jangan dianggap sepele jika peranakkan sudah turun.


Nah, Sebelum kita mengabaikan nasihat itu mari kita bahas lebih lanjut apa sih turun peranakan itu dan benarkah itu hanya mitos ?


Turun peranakan dalam bidang medis disebut sebagai Prolaps uteri yaitu suatu kondisi dimana terjadinya penurunan atau keluarnya rahim dan atau tanpa organ pelvic (panggul) lain ke dalam atau ke luar liang vagina.


Penyebabnya turunnya rahim ini karena melamahnya otot-otot dasar panggul (tempat rahim bergantung). Kondisi ini tidak terjadi seketika, namun terjadi perlahan – lahan. Ada beberapa tingkatan. Bahkan pada prolaps ringan kemungkinan penderita tidak merasakan keluhan apa-apa. Biasanya malah banyak dikeluhkan oleh wanita yang sudah menopause karena pada wanita usia ini fungsi otot juga mengalami penurunan

Siapa saja yang beresiko mengalami kelemahan otot – otot dasar panggul ?

Wanita yang baru melahirkan, apalagi yang sudah berulang kali melahirkan, karena beban selama kehamilan dalam jangka waktu yang cukup lama , Selain itu, wanita lanjut usia apalagi memiliki berat badan berlebih juga dapat mengalami kelemahan otot panggul. Pada pria, operasi prostat dapat melemahkan otot panggul.

Pada kondisi prolaps ringan masih bisa diatasi dengan melakukan senam kegel fungsi dari senam kegel adalah mengkontraksikan otot panggul dan mencegah kelemahan dari otot ini. Selama kehamilan dan melahirkan, otot panggul dapat menjadi teregang dan melemah.


Untuk pencegahan pelemahan otot panggul bisa dilakukan hal – hal berikut :

- jika kita memiliki berat badan berlebih cobalah menurunkannya dengan diet yang benar dan berolahraga
- angkat benda berat dengan hati – hati, gunakan lengan untuk mengangkat beban bukan punggung
- lakukan olah raga teratur
- minum air putih yang banyak untuk menghindari konstipasi
- olahraga aerobik low impact (jalan) baik untuk ibu yang sedang hamil, menguatnya otot panggul bisa memudahkan proses persalinan sehingga mengedan dalam jangka waktu lama bisa dihindari.

Tau gak sampai pada akhirnya... tukang pijat itu mengurut perutku sampai aku menjerit dan merasa ada sesuatu yang ditekan dan naik ke atas, dan ternyata tukang pijat itu baru mengatakan; "mbak, peranakkannya sudah saya naikkan lagi... nanti pake gurita atau korset ya selama belum 40 hari pasca melahirkan".

Ya ya... sambil manggut-manggut, alhamdulillaah peranakkanku gak sampe keluar... soalnya si tukang pijat bilang ada pasiennya yang dibantu mengatasi peranakkannya yang sudah keluar, ukurannya sekepalan tangan warnanya merah ati *hiiiy.. dan berhasil dimasukkannya kembali melalui vagina. Duh,, masya Allah ngeri yah... bener-bener harus dijaga deh peranakkan seorang wanita terlebih pasca melahirkan.