"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

Teman-temanku semua yang dirahmati Alloh... Tidak ada kesempurnaan dari dalam diri manusia, pun tak ada kesempurnaan dari sebuah pernikahan. Langitt tak selamanya mendung, namun tak selalu juga ia cerah. Ada banyak masalah bagi yang sudah ingin menikah. Setidaknya ini menjadi bahan pembelajaran bagi kita untuk ambil ancang-ancang dalam mengantisipasinya yah... 

Apa aja sih 10 problem dalam menjalani bahtera rumah tangga kelak, yaitu:
1. Kesulitan ekonomi
Dalam membangun keluarga, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa ekonomi menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap jalannya rumah tangga. Tidak sedikit rumah tangga menjadi berantakan karena persoalan ekonomi. Ketika keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonomi seringkali menjadi problem yang serius dalam keluarga.

2.
Masalah anak
Persoalan anak ini muncul karena adanya perbedaan cara pandang pasangan dalam pendidikan. Misalnya, ketika anak ingin sesuatu, ayahnya tidak membolehkan sedangkan ibunya mempersilakan atau sebaliknya. Dalam keluarga tidak ada satu kata lho dalam pendidikan anak.

3.
Ketimpangan usia
Problem yang muncul juga dalam pernikahan adalah adanya kesenjangan usia yang terlalu jauh antara suami dengan istri. Misalnya, suaminya berusia 40 tahun sedangkan istrinya masih berusia 16 tahun *lah jomplang banget itu :D Perbedaan usia yang sangat jauh itu bisa mengakibatkan perbedaan cara pandang dalam melihat kehidupan dan persoalannya lho.

4.
Status sosial
Perbedaan status sosial menjadi salah satu problem dalam pernikahan. Status sosial itu biasanya terkait dengan ekonomi keluarga, pendidikan dan keturunan. Perbedaan status sosial ini seringkali menjadi persoalan dalam pernikahan dan suka bikin ribut.  

5.
Perselingkuhan
Perselingkuhan menjadi Problem dalam pernikahan. Pelaku perselingkuhan bisa terjadi pada suami atau pun istri.  Namun, pelaku perselingkuhan yang paling banyak dilakukan biasanya oleh suami atau laki-laki sih *membeladiri*.

6.
KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)
KDRT menjadi problem dalam pernikahan. Hubungan yang tidak setara antara suami istri seringkali berpotensi mengakibatkan adanya KDRT dalam keluarga. KDRT biasanya terjadi dari suami kepada istri atau orang tua kepada anak-anaknya.

7.
Perempuan menjadi buruh Migran (TKW)
Karena susahnya mencadi pekerjaan di negeri sendiri seringkali mendorong salah satu pasangan keluarga atau keduanya mencari nafkah menjadi buruh migrant di Arab Saudi, Taiwan, Hongkong dan Negara lainnya. Ketika istri menjadi buruh migrant muncul persoalan-persoalan dalam pernikahan. Misalnya, uang yang dikirim istri digunakan suami untuk main judi, main perempuan/selingkuh bahkan banyak yang menikah lagi. Waw, parahh...
 
8. Istri kerja di luar rumah
Kebutuhan ekonomi yang tinggi sementara penghasilan suami tidak mencukupi seringkali istri bekerja mencari nafkah atau sebagai bentuk partisipasi perempuan. Sementara suaminya juga aktif mencari nafkah di luar rumah. Kondisi ini ternyata menyebkan anak-anak kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya. Hal ini dapat menyulut persoalan dalam keluarga.  Perlu ada kesadaran bersama untuk berbagi peran dalam memperhatikan anak termasuk masalah pendidikan anak.

9.
Intervensi dari keluarga
Adanya intervensi atau campur tangan dari keluarga menjadi salah satu problem dalam pernikahan. Setiap keluarga biasanya mengalami masalah. Persoalan semakin besar ketika ada pihak luar turut campur. Misalnya dalam persoalan keuangan, pendidikan anak dan lain sebagainya.

10.
Kesehatan
Problem pernikahan yang lain adalah masalah kesehatan. Problem ini menjadi masalah serius ketika terkait dengan kemampuan mencari nafkah misalnya. Ekonomi keluarga menjadi terganggu ketika salah seorang suami istri itu kesehatannya mengalami masalah. Hal lain adalah kesehatan menjadi persoalan yang sangat serius ketika kesehatan itu sendiri berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan biologis.

One Response so far.