"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

"Kau tau, Gadis? Ada beribu mata jalang tengah menatapmu lekat... Meski sudah kau balutkan kain lebarmu itu menutup seluruh tubuh namun ternyata tak menyurutkan mata jalang untuk bisa liar menatapmu." ucapku dengan keras.

"Ya, aku tau... Bahkan teramat tau. Terutama pak Rahman yang jelas-jelas sudah beristri dan memiliki anak itu namun saja masih menggangguku dengan cumbu rayunya saat tombol chat FB kuaktifkan. Serta merta tanpa malu dia utarakan bahwa memiliki hasrat terhadapku. Bagaimana bisa kumenanggapinya? Sedangkan dia sudah berkeluarga... Aduhh, kasihan sekali istrinya andai tau kelakuan suaminya ini." balasku dengan sedikit geram.

"Ya, kau harus berhati-hati lagi... Karena di luar sana banyak sekali pria yang ingin bisa memilikimu... Kau itu cantik, memiliki potensi yang banyak, multitalenta sekali. Bahkan aku iri, kau bisa menjadi pembicara, pemain musik, pengusaha, pengajar, wanita karier dan tetap sebagai aktivis dakwah. Wajar bukan andaikan kau dihinggapi oleh berbagai macam kumbang. Karena wangi bungamu menusuk indera penciuman kumbang tersebut." jawabku lagi.

"Yuhuu... Aku sangat paham. Itulah mengapa, aku ingin segera menikah. Ya, karena aku ingin lebih menjaga diri serta menjaga hatiku. Dan menambatkannya pada seseorang yang paling tepat, tentu bukan pada laki-laki jalang yang tak tahu diri itu. Kau ingat, ada seseorang dulu yang pernah menjanjikan akan menikahiku setelah menyelesaikan studi magisternya... Dan kini studinya itu telah usai, namun apa dia membuktikan ucapannya? Ternyata tidak! Bahkan dia berusaha untuk mencapai kariernya yang lebih tinggi lagi saat ada keputusan bahwa dia diterima menjadi pegawai di Pemda Jakarta, maka pupuslah harapan untuk bisa menikah dengannya karena belum ada niatannya menikahiku. Miris, tragis... Cuma omong kosong belaka. Itulah yang membuatku benci dan muak pada lelaki jalang macam itu. Berani mengajakku berpacaran namun tak berani untuk bertanggung jawab menikahiku. Namun, Alloh masih menjagaku... Tak DIA biarkan aku seorang diri. Alloh menjagaku dengan menghadiahkan seorang lelaki berhati mulia yang akan segera melamarku, bahkan hari yang dinantikan itu kan segera tiba. Ya, aku akan menikah... Akan kubuat para lelaki jalang itu kecewa sejadi-jadinya karena tak bisa memilikiku. Ha.. Ha.. Ha.." ucapku sambil tertawa puas.

"Ya, aku sepakat dengamu... Memang sekali-kali lelaki jalang itu harus diberi pelajaran agar tak semena-mena dengan seorang MusTang (Muslimah Tangguh). Kau memang tak bisa ditaklukkan oleh lelaki macam itu. Saluttt aku padamu! Ehhya, ngomong-ngomong siapa lelaki yang beruntung itu, Gadis? Yang bisa memilikimu kelak?" tanyaku heran.

"Dia adalah lelaki mulia.. Dialah yang berani mengajakku untuk menjadi istrinya, bukan sekadar mengajakku dalam pertemuan-pertemuan tidak penting tanpa ada ikatan yang halal. Dia pula yang akan menjadikanku istri serta ibu yang sholehah bagi anak-anakku kelak. Dialah yang akan menjadi pemimpin rumah tanggaku, seseorang yang mau bekerja keras demi keluarga. Dan akan kubuktikan dalam waktu dekat ini untuk bersanding dengannya. Insya Alloh." ucapku dengan penuh keyakinan.

"Subhanalloh... hanya ikut mendoakan yang terbaik. Semoga segera kau sempurnakan separuh dien itu agar kelak para lelaki jalang itu tersenyum kecut di hadapanmu kelak saat kau bersanding dengan lelaki mulia itu di pelaminan. Akhirnya hatimu kan berlabuh juga, pada seseorang yang tepat." ujarku sambil tersenyum simpul.

"Ya, alhamdulillah... Itu semua karena doa rabithah yang sering terluncurkan dari lisanku selama masa pencarian tersebut. Dan kini, hampir semua impianku terwujud. Terima kasih ya Alloh." balasku dengan penuh haru.

3 Responses so far.