"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

ITQAN...
Kata di atas seringkali kudengar saat syuro tengah berlangsung. Biasanya sang ketua dalam syuro tersebut berkata, "Afwan akhi wa ukhti... Sudah sejauh mana itqan kita terhadap amanah dakwah ini?" Toenggg... dulu aku belum tau apa itu maknanya. Tapi ternyata dengan ketidaktahuan itulah yang membuat kita mencoba belajar untuk menjadi tahu.
ITQAN...
Ialah kualitas kerja yang perfect. Merupakan sifat pekerjaan Tuhan (baca: Rabbani), kemudian menjadi kualitas pekerjaan yang islami (QS. An-Naml: 88). Alloh akan memudahkan jikalau kita memiliki niatan dalam mengerjakan segala suatunya dengan sungguh-sungguh dan berusaha maksimal. Sebab sejatinya rahmat Alloh telah dijanjikan bagi setiap orang yang bekerja secara itqan, yakni mencapai standar ideal secara teknis.  
Untuk bekerja atau beraktivitas secara itqan itu, diperlukan dukungan pengetahuan dan skill yang optimal lho. Nah kalau dalam konteks ini, ternyata Islam mewajibkan umatnya agar terus menambah atau mengembangkan ilmunya dan tetap berlatih terus berlatih. Karena suatu keterampilan yang sudah dimiliki dapat saja hilang, akibat meninggalkan latihan, padahal manfaatnya besar untuk orang lain. Karena itu, melepas atau menerlantarkan ketrampilan tersebut termasuk perbuatan dosa.
Konsep itqan disini juga memberikan penilaian lebih terhadap hasil pekerjaan yang sedikit atau terbatas, namun berkualitas, daripada output yang banyak, tetapi kurang bermutu (QS. Al-Baqarah: 263).
Luar biasa ternyata ya. Alloh Maha Tahu yang sedang kita ikhtiarkan... Dibalik ikhtiar kita tersebut, Alloh pun tahu batas kemampuan kita sehingga lebih baik melakukan sedikit namun rutin dari pada melakukan kebaikan yang banyak namun hanya sekali.
So, Sederhananya Cinta... Ehh, malah promosi.com hehe..... Pada intinya hal sederhana disini yang baik dilakukan meski sedikit namun rutin adalah bisa dengan bersedekah. Sedekah itupun konteksnya luas, bisa dengan harta, tenaga, pikiran, waktu, dengan berdzikir dan bahkan cukup dengan tersenyum itu merupakan sedekah juga. Luar biasa ya? Yuk kita mulai proses segala suatunya dengan kerja yang itqan; profesional, perfect dan tentu secara kontinyu :)