Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Menghabiskan Waktu dengan Anak
Duhai para orangtua.. memberi fasilitas terlalu banyak akan melemahkan daya juang anak-anak kita. Membuat mereka tidak bertanggung jawab, dan berperilaku buruk karena merasa berhak mendapatkan perlakuan bintang lima karena kekayaan orang tua mereka.
Tetapi orangtua seringkali melakukannya dengan alasan bahwa mereka bekerja keras untuk anak-anaknya. MEREKA DAHULU SUSAH, DAN TAK MAU ANAKNYA JUGA MENGALAMI KESUSAHAN.
Alasan lain karena mereka malas mendidik dan menyerah saja ketika anaknya merengek, “Semua temanku yang lain punya itu...”. Sehingga anak menjadi anak gampang, tidak punya daya juang, tidak punya skill memperjuangkan sesuatu.
Anak anak tidak cukup dibekali dengan knowledge akademik saja. Justru yang mahal adalah jam terbang bertahan dalam kesulitan, tahan stress dan kaki yang kuat untuk pantang menyerah!
Orangtua ingin anaknya “bahagia” . Namun sebenarnya yang anak-anak butuhkan, orangtua yang mendorong mereka untuk mampu MANDIRI.
MENGHABISKAN WAKTU DENGAN ANAK-ANAK LEBIH PENTING
.......DARIPADA...... MENGHABISKAN UANG UNTUK MEREKA.
ORANG HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan
dan Kenyamanan TAPI ..... Mereka dibentuk melalui KESUKARAN... TANTANGAN...&... AIR MATA.
Gairah Menjalani Kehidupan
Hidup sejatinya berisi persaingan. Lihatlah para pedagang kaki lima yang bersaing satu sama lain untuk menjajakan dagangannya yang notabene jenisnya sama dengan pedagang lain. Atau lihatlah para pekerja yang bersaing mendapat tempat duduk dicommuter line demi berangkat kerja.
Jika kita bertanya, apa yang membuat mereka begitu rela melakukan itu semua? Jawabannya satu, karena mereka memiliki gairah. Mengapa penting memiliki sebuah gairah? Karena dengan adanya gairah, kita mampu untuk menjalani hidup yang isinya penuh dengan persaingan. Jika saja gairah itu tidak ada, mungkin kita memilih tidak berangkat kerja, atau memilih untuk lebih santai di rumah menikmati hidup yang ala kadarnya.
Padahal kita sudah paham bahwa “waktu adalah pedang“. Kita tahu pedang kan? Kalau kita tidak tahu bagaimana cara memakainya maka kita akan terbunuh oleh pedang itu sendiri, kalau kita tidak dapat mematahkannya maka ia yang justru akan memenggal kita. Oleh sebab itu, waktu 24 jam yang ada harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tentu harus diimbangi dengan sebuah kegairahan dalam menjalaninya.Semangattt ya😉
Carilah Kaya dengan Menikah
Cinta,
Islam,
Kehidupan,
Kehidupan Rumah Tangga,
Majelis Ilmu,
Pendidikan,
Pengetahuan,
Resume Kajian
Oleh: Ust Djazuli Ruhan Basyir.
***
- Menikah adalah sunnah.. Niatkan untuk ibadah. Dan akan mendatangkan rezeki.
- Akan ada 3 orang yang pasti Allah angkat derajatnya salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kehormatan.
- 2 hal yang akan mendatangkan keberkahan dalam pernikahan; ketika niatnya baik dan orangnya (yang menikah) itu juga baik
- Jangan tinggalkan takwa kalau tidak mau hidup susah.
- Kaya tidak harus kaya materi. Tapi kaya hati.. maka akan berkah pernikahannya.
- Orang yang kaya hati akan qanaah. Hidupnya susah tapi tidak diperlihatkan ke orang lain.
- Manusia memang selalu berambisi. Tidak akan pernah puas. Maka menikah akan mengurangi ambisi2 berlebihan.
- Ketika menikah Allah akan jaga jiwanya dari hal yang diharamkan karena telah mendapat yang halal.
- 2 hal yang merusak agama yaitu syahwat dan syubhat. Maka menikah menjaga diri dari syahwat yang bisa merusak agama.
- Taatilah perintah Allah dengan menikah karena akan mendatangkan kekayaan yakni kaya harta, jiwa dan takwa (yakni merasa cukup dengan yang halal).
Diresume oleh ~DLT



