"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

Disaat yang lain tengah terlelap, aku justru terbangun... gelisah rasanya dan membuatku tidak nyaman untuk tidur malam. Kuperbaikin posisi tubuhku, kubaringkan menghadap ke kanan lantas ke kiri dan terkadang telentang, namun justru sesak yang kurasa. Sudah kuusap-usap perutku yang semakin membesar sembari mengajaknya bicara; "nak, kok belum bobo... bobo yuk sayang biar umminya juga bisa bobo karena besok harus beraktivitas lagi". Dan janinku pun merespon dengan menendang-nendang perutku. Ya Rabb, beginikah rasanya menjadi calon ibu, di tengah kehamilan tuaku, aku semakin merasakan beratnya beraktivitas, bahkan setiap malam pun tak bisa tidur nyenyak.

Lantas, kutengok di sisi sebelah kananku.. Suamiku sudah tertidur pulas. Kutatap wajah letihnya yang seharian mencari nafkah, aduhai... rasa kasihanku tertumpah seketika, air mataku tak henti berderai lantas ku kecup keningnya yang berkeringat mungkin ia merasa gerah atau sedang mengalami mimpi yang membuatnya bekeringat. Kupandangi wajahnya, dialah calon abi dari janin yang ada di rahimku saat ini. Kutahu betapa letihnya ia menjadi pemimpin bagi keluarga, hingga aku tak tega membangunkan dia tidur hanya untuk bisa membantuku tidur nyenyak. Kubiarkan matanya terus terpejam, sementara aku hanya mampu melihat seisi kamarku dengan lampu penerangan yang redup. Entah apa yang ingin kulakukan, memaksakan diri untuk memejamkan mata ataukah menonton televisi agar mataku terkantuk sendiri???

Aku duduk di sisi kasurku yang sangat empuk, sambil mengelus-elus spreinya dan merasakan betapa nyamannya andaikan aku bisa tertidur malam ini dengan nyenyak, namun sayangnya itu hanya sebuah impianku saat ini. Rasa gelisah terus menghantuiku, terbayang proses kelahiranku kelak, kapan hari prediksi lahirnya, persiapan apa saja agar aku bisa lahiran normal, biaya kelahiranku kelak sejumlah berapa dan lain-lain. Semuanya memenuhi pikiranku saat itu.

Ahh, aku letih dengan pikiranku yang terpenuhi oleh beban-beban pikiran... Lebih baik aku mencoba berwudhu untuk menjernihkan pikiran dan mengerjakan shalat malam. Kemudian segera kuambil air wudhu, dan seketika kudirikan shalat malam. Brr, dinginnya malam membuatku semakin ingin segera menarik selimut dan memaksakan diri tidur namun keyakinanku terpatri bahwa aku harus mengerjakan shalat malam terlebih dahulu. Dan pada akhirnya, rakaat demi rakaat kulakukan, tibalah sampai disaat momen berdoa, kumunajatkan doa sebanyak-banyaknya... kupinta ampunan segala doa untuk ayah ibuku, saudara/iku serta suamiku. Kupinta agar Allah selalu menganugerahkan kesehatan bagi orang-orang tercinta, kupinta agar DIA meluaskan dan melapangkan rejeki bagi keluarga kecil kami, agar semua kebutuhan-kebutuhan hidup kami terpenuhi... Dan tanpa terasa, berderailah air mataku... mengingat sebuah perjalananku dengan sang suami yang sudah hampir setahun ini. Suka duka telah kami lalui bersama, mungkin banyak kesalahan serta dosa yang telah kulakukan padanya, namun hingga detik ini dia senantiasa berada di sisiku. Alhamdulillaah.

Hingga sudah kupintakan segalanya pada Allah, kulipat mukena dan kuambil minyak aromatherapy  untuk kubalurkan di tubuhku agar terasa hangat, berharap mataku bisa terpejam dan nyenyaknya tidur malam ini dapat terasa...
Tuhan... terima kasih, disaat yang lain tengah terlelap tidur... Kau masih ijinkan aku berkomunikasi padaMU, mengijinkanku untuk memohon ampunan padaMU, dan memberikan kesempatan padaku untuk bisa menatap wajah sang suami yang tengah tertidur hingga aku merasa... betapa bersyukurnya aku hingga detik ini, atas segala yang KAU berikan. Semoga aku menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi ke depannya. Aamiin

3 Responses so far.