"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

Hari ini aku segera pulang kuliah... Berharap dia menyambutku dengan belaian dan senyuman yang hangat. Namun, saat ku parkirkan motor di halaman rumah, dan segera masuk ke dalam rumah... ku tak menjumpai dia yang menyambutku seperti aku yang biasa menyambutnya di depan pintu kamar.

Aku ketuk pintu kamar dan langsung masuk ke kamar setelah mendengar percakapan antara dia dengan seseorang melalui telepon genggam. Lantas setelah aku masuk, dia masih asyik saja berbincang dengan kerabatnya tanpa perduli seolah aku sudah pulang atau belum. Seperti acuh tak acuh.

Kemudian... aku segera melaksanakan shalat zuhur yang kebetulan aku belum sempat melaksanakannya di kampus, tapi aku melihat seisi kamar... yang ada hanya berantakan barang dimana-mana. Bagaimana aku bisa shalat di kamar ini pikirku kalau suasananya seperti ini, ditambah dengan kasur yang penuh dengan tumpukan koreksian pekerjaan mahasiswa suamiku, membuatku berpikir kembali; "Aduh, lelah sekali aku sementara aku mau tidur namun kamar dan kasur berantakan. Bagaimana ini?" hanya mampu bertanya dalam hati dan menyimpan kekecewaan terhadap suami.

Lantas aku mencoba meringankan hatiku, dan berusaha ekstra sabar dalam menyikapinya. Seketika aku mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat di kamar sebelah yang sehari-hari memang tak pernah ditempati. Seusai shalat, aku merebahkan diri di atas sejadah dan masih lengkap mengenakan mukena. Aku berpikir, apakah suamiku akan mencari-cari aku dan menemukanku di kamar ini? Kemudian aku mencoba memejamkan mata namun hati tak tenang untuk beristirahat dan masih berharap suamiku keluar dari kamar kemudian menuju kamar dimana aku melaksanakan shalat zuhur. Namun, kutungu-tunggu ternyata tak ada reaksi... Entah mungkin dia sedang berasyik-asyik di kamar dan tak memperdulikan aku. Hufh, aku hanya mampu menghela nafas dan lagi-lagi hanya mampu bijak menyikapinya.

Sudah hampir setengah jam aku beristirahat di kamar ini, kemudian tiba-tiba pintu kamar berbunyi seperti ada yang membukanya. Dan seketika suamiku menghampiri, kemudian berpamitan untuk pergi berangkat ke kampus. Semakin jengkel aku dibuatnya; sudah tak disambut, kamar berantakan, tak bertanggung jawab lantas mengacuhkanku seolah tak perduli dengan kehadiranku disini. Arghh... lalu aku mencoba menenangkan diri dan menyambut uluran tangannya yang ingin berpamitan, ku kecup tangannya perlahan dengan sakit hati yang membatin dan kulepas ia pergi ke kampus kemudian aku masuk ke kamarku yang berantakan.

Ahaa!! Betapa terkejutnya aku karena kamar sudah bersih seketika. Ternyata setengah jam yang kulewati dengan beristirahat di kamar sebelahnya dipakainya untuk bisa membereskan barang-barang yang berantakan. Itulah mengapa ia tak segera menuju kamar sebelah untuk menemuiku, ya karena ia sedang merapikan kamar agar aku nyaman beristirahat setelah dia berangkat ke kampus. Benar-benar salah sangka... sikapnya tak seperti apa yang aku bayangkan. Ternyata, ia mampu juga mengerti kondisi istrinya yang lelah dan ikut membantu membereskan kamar agar kembali bersih dan nyaman ditempati.


Maka, kudaratkan kecupan hangat di pipinya sebagai ucapan terima kasih untuk usahanya hari ini. Ya, terima kasih suamiku... sekalipun kau banyak mengecewakanku namun kau bertanggung jawab untuk berusaha memperbaiki hubungan kita kembali. Luv you :) 

One Response so far.