"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

Siapa yang tak pernah mengalami rasa takut? Tentunya setiap manusia mempunyai rasa takut khan? Pun tak terkecuali aku. Dan banyak hal ternyata yang menyebabkan manusia menjadi takut apalagi bila dikaitkan dengan masalah ghaib seperti hantu, jin, kuntilanak, genderuwo, wewe gombel, siluman dan apapun namanya itu.
Terus terang, dari lubuk hati yang terdalam aku pun merasa takut juga. Dan aku yakin bahwa ketakutan ini disebabkan oleh bayangan yang timbul dalam pikiranku. Bayangan yang mengerikan tentang wujud makhluk-makhluk ghaib tersebut. Apalagi khan aku pernah mengalami sendiri. Hiii…
Duh… Inget banget deh. Punya pengalaman yang cukup menyeramkan di rumahku. Kebetulan rumahku itu berlantai dua. Dan di lantai atas hanya ada sebuah kamar tidur yang jarang sekali digunakan untuk beristirahat. Karena jarang ditempati, terkadang tidak terurus dan menyebabkan kamar atas penuh debu. Nah, hobiku itu kebetulan adalah naik ke atas genteng. Gentengnya itu berada tepat di depan kamar itu. Karena sudah kebiasaan kalau sedang jenuh atau ingin sekedar mencari angin, aku segera naik ke atas genteng untuk menikmati indahnya malam yang bertabur bintang dan bercahayakan bulan.
Saking asyiknya berada di atas genteng membuatku kadang sambil merem-melek disana. Karena ditemani semilir angin, dan terbuai oleh suasana malam. Tak jarang pula sambil mendengar nasyid-nasyid mellow dari MP3 Hp-ku, kalau sudah begitu aku benar-benar merasa menikmati malam. Nah, ditengah keasyikan menikmati malam di atas genteng, ternyata aku suka mendengar bunyi-bunyi aneh di kamar atas itu. Karena kamar itu berhadapan langsung dengan genteng dan ketika aku duduk di atas genteng, secara langsung bisa melihat kamar itu.
Mungkin ini juga disebabkan oleh tayangan film horor yang cenderung menyesatkan dan menakuti penontonnya kali ya, sehingga gambaran makhluk ghaib di film tersebut terkadang merasuki pikiranku. Dan aku rasakan ketakutan saat itu ketika pintu kamar terdengar bunyi “Krekk”. aku terkejut dan kembali siaga melihat kembali ke arah kamar itu, nihil tidak ada apa-apa. Seketika, aku langsung beristighfar kepada Allah Swt dan berlindung pada-Nya.
Aku lanjutkan lagi aktivitasku di atas genteng, kadang bersenandung, kadang sekedar tidur-tiduran saja disana sambil merenungi indahnya langit malam saat itu. Lagi-lagi aku mendengar sesuatu, tapi bukan berasal dari kamar itu melainkan dari genteng yang aku tempati. Dan sekelebat bayangan itu hadir, berwarna hitam. Bayangan itu nampak besar dan tinggi, namun tak berbentuk wujud manusia atau lainnya. Aku anggap sedang berhalusinasi.

Kejadian itu terus berlangsung, tak hanya sekali. Selalu ketika aku naik ke atas genteng ada saja keadaan aneh yang timbul. Sesekali aku memberanikan diri mengecek keadaan di kamar itu, aku merasakan hawa yang tidak enak membuat dadaku sesak. Kamar yang penuh dengan barang-barang sewajarnya. Ada lemari, kipas angin, televisi, radio dan sebagainya. Juga ada mushaf Qur’an yang terlihat sudah berdebu. Sebenarnya semua terlihat baik-baik saja, namun memang perasaan tidak dapat dibohongi bahwa tetap ada rasa takut dalam diri ini. Hingga di titik puncaknya, aku menyaksikan justru keluar dari kamar tersebut ada sosok yang berada di atas genteng, sedang duduk membelakangi aku sehingga yang terlihat hanya bagian tubuh belakang dari sosok tersebut. Tinggi, besar, hitam dan sepertinya terlihat seperti laki-laki yang sedang menunduk. Ya Allah, makhluk apakah itu? Pikir aku saat itu. Sambil bergidik, aku coba mengucek-ngucek mata, apakah yang aku lihat itu sungguhan. Herannya lama kelamaan rasa takut itu hilang dan bayangan itu segera menghilang seperti terbang ke atas begitu saja.
Kesimpulannya, rasa keimanan yang ditandai dengan kepasrahan diri yang membuatku mempunyai keberanian untuk tetap tenang dan tidak berteriak. Mengapa ya aku bisa terlibat dengan hal-hal tersebut terutama masalah hobi aku naik ke atas genteng. Banyak teman yang mengatakan kalau aku itu kurang kerjaan. Atau mengatakan bahwa, “Hah? Akhwat kok naik genteng?!”. Tetapi aku anggap angin lalu karena bagiku ini bukan sekedar aktivitas sia-sia saja namun aku mendapatkan sebuah hikmah dan inspirasi setiap dari atas genteng itu.
Tentu banyak cerita-cerita menyeramkan yang pernah dialami lainnya. Tetapi satu hal yang ingin aku katakan bahwa manusia sejatinya adalah makluk ciptaan Allah yang paling sempurna dimana keempat unsur seperti tanah, api, air dan angin ada di dalam tubuh manusia. Sementara makhluk ghaib yang aku ketahui hanya memiliki satu dari empat unsur tersebut. Jadi sudah seharusnya manusia mempunyai kekuatan fisik dan non fisik lebih dari mereka dan tidak perlu takut bila berhadapan langsung. Betul tidak?
Memang benar adanya bahwa kunci dari semuanya adalah keimanan. Kembali lagi aku katakan keimanan. Dan inilah ternyata yang sering kita lupakan tanpa sengaja. Allah telah menciptakan rasa takut sebagai mekanisme alamiah. Tujuannya adalah agar kita menjadi berhati-hati, dan karena itu jadi selamat. Sebenarnya yang kita takutkan seringkali bukan sesuatu yang langsung dihadapi, tapi konsekuensi lanjut dari sesuatu itu. Misalnya ya seperti takut hantu, pasti karena bayangan si hantu itu seakan mencekek kita, lalu kitanya jadi mati. Atau si hantu masuk ke dalam diri kita, sehingga kita jadi nggak sadar, lalu terjun bebas keluar jendela, lalu mati. Pokoknya apapun yang dilakukan si hantu itu… ujung-ujungnya kita akan mati. Nah, itulah dia! Sebenarnya yang kita takutkan bukan si hantu, tapi ujung-ujungnya kita akan mati itu.
Padahal, memang kebanyakan orang di dalam hidupnya tidak akan pernah bertemu jin karena dunianya memang beda sekali. Jadi, alasan sesungguhnya kita itu takut… mati! Kebanyakan kita itu sadar bahwa amalan masih sedikit, lebih banyak dosanya, makanya takut mati. Takut dengan konsekuensi hidup sesudah mati.
Dan cara terbaik untuk menghilangkan rasa ketakutan adalah dengan berlindung dengan ahlinya. Seperti misalkan kalau kita takut ular, lalu kita minta tolong pawang ular khan untuk menemani (melindungi) kita, maka rasa takut itupun akan berkurang. Kita tahu, si pawang akan mengurus si ular, jadi kita tidak perlu berurusan dengan si ular tersebut. Pun terhadap si hantu itu, kita harus tahu bahwa Allah lah yang menciptakannya pula, maka berlindunglah pada si empu makhluk halus tersebut yakni Allah Swt. Kalau kita senantiasa ingat kepada Allah, yang menciptakan dan menguasai para makhluk halus, maka diri kita akan menjadi tenang. Kalau kita selalu ingat bahwa Allah itu Maha Melihat, dan selalu berada di samping kita, maka kita menjadi jauh lebih berani. Kepada siapa lagi tempat berlindung yang lebih baik, kecuali hanya kepada Allah saja? Bukankah begitu? []

2 Responses so far.