"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

Izinkan hari ini aku berbagi kebahagiaan... Bukankah kabar baik dari saudaranya harus dibagi kepada saudaranya yang lain?

Puji Syukur pada Alloh Swt, tahun ini impian itu terwujud... Tanpa diduga-duga. Tahun ini aku bisa membeli hewan qurban. Betapa terkejutnya ketika dikabari bahwa uang beasiswa tahap kedua telah turun, tanpa babibu langsung saja aku cek ATM dan subhanalloh... Saldo di rekeningku bertambah dan seketika, aku memutuskan untuk mnggunakan sebagian uangnya untuk berqurban. Alhamdulillah....



Doa-doaku terkabulkan tanpa tersadari, perlahan tapi pasti Alloh ternyata Maha Tahu kapan waktu terbaik untuk mengabulkan permintaan hamba-Nya. Padahal, di tahun ini aku berdoa untuk bisa menunaikan ibadah haji karena betapa irinya melihat mereka yang tengah menunaikan rukun Islam kelima itu. Tapi ternyata Alloh mengabulkan permintaanku di tahun-tahun sebelumnya untuk bisa berqurban. Dan aku pun yakin, seperti keyakinanku sebelumnya untuk bisa berqurban dengan uang sendiri, bahwa suatu saat kelak aku pun bisa menunaikan ibadah haji. Mungkin tahun depan? Insya Alloh amiin.. Labbaik Allohumma Labbaik... :')

Momen lebaran haji ini memang sangat berkesan bagi yang menyadarinya. Sama seperti Idul Fitri, hendaknya kita maknai, apa sih sebenarnya hakikat dari berqurban? Apakah hanya sekedar beli kambing atau sapi.. terus dikirim ke masjid, terus disembelih lalu dibagikan kepada orang-orang sekitar atau kepada orang-orang yang sudah mengantri dari mulai pemotongan sambil berdesak-desakan menunggu jatah sekepal daging yang di bungkus kantong plastik, setelah itu dibuat sate atau diolah menjadi masakan apa saja sesuai selera…???

Semoga bukan itu yang terbersit dari pikiran kita. Kalau pun seperti itu, mari kita periksa lagi makna sesungguhnya dari berqurban...

Ya. Idul Adha dilihat sebagai hari besar karena di dalamnya telah merekam kejadian penting, siapa yang tidak tahu bahwa terdapat peristiwa penyembelihan Ismail oleh ayahandanya Nabi Ibrahim. Peristiwa tersebut merupakan batu ujian ketaatan Ibrahim kepada Alloh Swt.

Bila ditelisik, kata qurban berasal dari bahasa Arab yakni qaraba-yuqaribu-qurbanan-qaribun, yang artinya dekat. Makna qurban dalam istilah Islam berarti kita berusaha menyingkirkan hal-hal yang dapat menghalangi upaya mendekatkan diri kita pada Alloh. Penghalang mendekatkan itu adalah berhala dalam berbagai apapun bentuknya, seperti ego, hawa nafsu, cinta kekuasaan, cinta harta-benda dan lain-lain.

Dan ketahuilah.. Qurban, hanya sebagai ritual simbolik saja dari kelanjutan pelajaran seorang Ibrahim, juga untuk membuktikan bahwa berbagai sandang dan status sosial sesungguhnya tak ada gunanya di mata Alloh. Hanya ketakwaanlah yang diperhitungkan di sisi Alloh.

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Alloh, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Alloh telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Alloh terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Hajj: 37).

Maka hari ini aku belajar... Dan banyak belajar untuk terus bersyukur atas nikmat dari-Nya yang sering tak terduga, dan qurban tahun ini sebagai salah satu bukti perwujudan rasa syukurku untuk bisa berbagi dengan saudaraku yang lainnya. Karena menurut Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, bahwa jalan untuk mencapai kebahagiaan hidup itu salah satunya adalah berbagi dengan orang lain. Memberikan sesuatu yang sangat kita cintai baik berupa harta maupun kekayaan lainnya. Karena dengan memberi jiwa kita menjadi lapang, sedangkan hati yang lapang akan menuntun pemiliknya untuk hidup tenang dan bahagia. Dan pada akhirnya kebahagiaan serta ridho Alloh lah yang menjadi tujuanku. Insya Alloh... Amiin..  ^_^

2 Responses so far.