"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

Kala cinta pada manusia
adalah segalanya
indahnya impian dan harapan
telah membutakan mata
hingga menipuku dalam sandiwara sempurna
dan kudapat hanya luka mendalam yang sulit kusembuhkan

Kucoba seperti tak ada apa-apa
kucoba yakinkanku kan baik-baik saja
akhirnya kulelah bertahan
dan ingin kucurahkan sgala rasa kekecewaan
 
Terasa menyesakan dada
kala cinta pada manusia
dikhianati tinggalkan ku sendiri
hanya air mata bicara
tanda hati hancur terluka
Kau masih saja menemani setia

tiada Kau lelah akan keluhan
tiada Kau marah karena bosan
mendengarkanku
yang telah melupakan-Mu
aku melupakan-Mu.....

kini aku mengerti bahwa
cinta-Mu saja yang tak akan pernah mengecewakanku 
 
(Shaffix -Sandiwara Cinta)
 
***
 
Ketika semua terasa keruh... Aku mencoba tuk menjernihkannya. Dengan segenap usaha keras yang bisa kulakukan. Namun, kembali aku terjatuh. Tersungkur dalam dekapan-Nya. Ya. Aku membutuhkanmu Tuhan... Untuk membangunkanku dalam tidur lelapku selama ini. Indah dibuai oleh segala pengharapan-pengharapan. Semua bersatu dan bermuara dalam jiwa... Hingga sulit tuk menghapus jejaknya.
 
Ini sandiwara cinta. Sungguh! Aku tak kuat dengan apa yang membuatku lemah seperti ini. Semuanya bisa mengecewakanku, hanya cinta-Mu saja yang memberikanku bahagia. Tak ada lagi pengharapan lain selain cukupnya kasih sayang-Mu Robbi.
 
Aku pahami kembali ayat cinta-Mu, "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang . Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar Rum: 21)

Sudah seharusnya lah, rasa ini membawaku pada akhir dari segala yang terjadi. Islam sudah memberikan  bingkai cinta yang islami dalam sebuah label Pernikahan. Dan sudah semestinya rasa ini bisa menjagaku  dari segala kekhawatiran yang berlebihan. Bukankah takdir itu telah didesainkan yang terbaik bagiku?

Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta bukanlah  ketika ku melihat hanya secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya. Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan. Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.

Islam tidak mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia. Akan tetapi aku tahu bahwa Islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu; dijaga, dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. Islam pun membersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram. 

Percintaan yang tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah hanyalah merupakan sandiwara cinta semata. Itu adalah sebuah perbuatan maksiat yang diharamkan oleh agama. Karena batas antara cinta dan nafsu birahi pada dua orang manusia yang saling mencintai sangatlah tipis sehingga pernikahan adalah sebuah obat yang sangat tepat untuk mengobatinya.

Tuhan... janganlah Engkau menjatuhkanku pada lubang sandiwara cinta. Aku ingin mengakhiri semuanya dengan cara yang baik karena aku telah memulai cinta ini dengan sebuah rasa yang baik, dengan niatan bahwa segalanya akan bermuara dengan indah di saat yang tepat. Maka jagalah aku dari sebuah rasa yang tak berwujud ini. Dengan segala fitnah yang mungkin terjadi di dalamnya. Dan biarlah kusimpan semua cerita ini sebagai sebuah memori dalam ingatan. Biarlah bersemi... Indah pada waktunya.

"… Sesungguhnya Robb-ku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki.
Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" (QS. Yusuf: 100)

2 Responses so far.