"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Pengikut

Kepada:
Anandaku tercinta
Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb­­

Teriring pujian syukur kepada Allah Swt, Rabb semesta Alam yang telah memberikan segenap cinta-Nya pada hamba-Nya ini. Shalawat tak lupa disenandungkan bagi Rasulullah, Muhammad Saw yang senantiasa menuntun para ummatnya dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang. Serta tak lupa salam cinta untuk sang anandaku, yang telah menjadi pelita dalam kehidupanku.
Duhai anandaku tercinta... Dalam setiap sujud, bunda selalu mendoakan agar engkau selalu dalam lindungan serta naungan-Nya. Amiin..
Anandaku… Sebagai orang tua, tentu menginginkan anaknya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dibanding dirinya. Tak terkecuali seorang penjahat sekalipun, pasti dia akan berharap buah hatinya kelak akan tumbuh menjadi orang yang baik.
Akan sangat kecil kemungkinan seorang anak akan tumbuh menjadi orang yang baik bila dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang kurang baik, diberikan makanan dari hasil yang tidak baik, serta diberikan nasihat-nasihat yang jauh dari kebaikan.
Semoga tidak sama halnya yang terjadi pada dirimu, anandaku. Selama ini bunda selalu mendidikmu dengan segenap usaha yang mampu bunda lakukan. Bunda senantiasa memberikan teladan dalam keseharian kita. Bunda selalu memenuhi kebutuhan gizimu selama ini… Oleh karena itu, bunda harap engkau akan tumbuh menjadi orang yang baik kelak.
Ananda yang bunda cintai. Ingatkah kisah Luqman Hakim? Ya. Luqman Hakim bukanlah seorang nabi dan rasul, dia hanyalah manusia biasa. Dia terlahir dari negeri Habsyah dan bekerja sebagai tukang kayu. Namun tahukah? Namanya terpatri abadi di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menyebut dirinya sebagai laki-laki shalih yang memberikan untaian nasihat luhur kepada anaknya. Al-Qur’an, dalam surah Luqman ayat 12 mengatakan bahwa Luqman dikaruniai hikmah (kebijaksanaan).
Maka izinkanlah bunda mengikuti jejak Luqman. Memberi sebuah untaian nasihat bagi ananda bunda yang teramat bunda cintai…
“… Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah), sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman: 13). Anandaku, jadilah engkau hamba Allah yang hidup dalam ketaatan. Ibadahlah dengan baik, peliharalah shalatmu dan hendaknya berbuat ihsan. Karena Allah Maha Tahu apa yang ananda kerjakan. Maka yakinilah, bahwa Allah selalu berada didekatmu.
Selalu berbuat baiklah kepada kedua orang tua terutama kepada seorang ibu. Bukan karena bunda yang berbicara seperti ini, namun memang Islam memberikan penghormatan dan kedudukan yang sangat tinggi kepada para ibu, sampai-sampai disebutkan bahwa “Surga berada dibawah telapak kaki ibu.” Maka bunda mengharapkan agar ananda selama ini senantiasa berbakti pada ayah dan bunda. Bunda yakin, bahwa ananda bisa menjadi anak yang shalih. Namun apabila ayah dan bunda memerintahkan ananda untuk berbuat dalam kemaksiatan, hendaknya ananda tidak mematuhi ayah dan bunda.
Anandaku, nikmat yang selama ini kita rasakan… Memiliki anggota keluarga yang lengkap, rezeki yang mencukupi, jasad dan ruh yang baik, semua itu semata-mata pemberian Allah semata. Maka, selalu bersyukurlah. Baik dengan lisan engkau mengucap ‘Alhamdulillah’ juga dilanjutkan dengan perbuatan. Misalnya, menolong orang lain, saling memberi dan menyayangi satu sama lain. Dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7, Allah SWT menyatakan bahwa jika kita bersyukur atas karunia-Nya, maka nikmat yang kita terima akan bertambah. Subhanallah.
Senantiasalah berbuat baik dan menolong sesama, jangan pernah melalaikan shalat, karena itu adalah tiang agama yang akan menegakkan dirimu berjalan mengarungi kehidupan ini. Ingatlah ananda, dalam mengarungi perjalanan hidup ini haruslah selalu menyuruh kepada kebaikan dan melarang kemungkaran, serta selalu bersabar dalam setiap kondisi apapun yang terjadi.
Jangan pernah engkau dongakkan kepalamu dengan penuh kehinaan. Berjalanlah dengan penuh kerendahan hati di bumi ini, hilangkan sikap sombong yang ada dalam diri. Peliharalah lisanmu dengan tidak mengucapkan kata-kata kasar. Dan saling mencintailah dengan sesama. Dengan demikian, semua insan manusia pun akan mencintaimu wahai anandaku.

Anandaku, jadilah insan yang mandiri..
Mampu tegak berdiri di kaki sendiri..
Kasih sayangilah dengan sesama,
Karena hidup kan indah bila saling mencinta..
Peliharalah akhlakmu,
Itulah yang kan menghias dirimu..
Pegang erat keimanan..
Cukup Allah yang jadi sandaran,
Ketika engkau mencari perlindungan..

Duhai anandaku, hidup ini keras. Maka hadapilah dengan kejernihan hati… Banyaklah belajar dari yang ada di sekelilingmu, teruslah menjadi pembelajar yang tak pernah henti mengepakkan sayapmu terbang tinggi ke angkasa. Teruslah kejar impian-impianmu… Karena bunda yakin, suatu saat angan dan impian itu kan menjadi kenyataan.
Bila masalah menerpamu, janganlah sungkan untuk mengembalikan segala sesuatunya pada Rabb semesta alam. Yakinlah, bahwa semua yang hadir adalah karena-Nya, maka kembalikanlah pula segala sesuatu kepada-Nya saja. Jangan pernah menangisi hal yang seharusnya tidak pantas untuk ditangisi. Karena hidup ini terlalu mahal untuk dihabiskan dengan berurai air mata yang tidak pada tempatnya.
Anandaku, bila engkau beramal hendaknya meneladani adab beramal yang dilakukan oleh penggembala kambing. Karena, jika si penggembala kambing melakukan shalat di samping gembalaannya, maka salatnya tidak pernah ingin dipuji oleh kambing-kambingnya. Demikian pula orang yang beramal, hendaknya dia tidak pernah memperhatikan pandangan manusia terhadap amalnya. Sebaliknya, dia harus mampu beramal secara konsisten, baik di kala ramai maupun sepi. Beramal tanpa mengharapkan pujian manusia.
Jadikanlah ikhlas sebuah spirit dalam belajar, bekerja, dan berkarya, maka kehidupanmu akan bermuara kepada kebijaksanaan. Engkau akan menjadi manusia yang mampu melakukan penjagaan terhadap apa pun yang menyapa langkah jalanmu. Ikhlas akan menjadi senjata dalam menjaga stabilitas kemanusiaanmu. Orang yang mencari keridhaan manusia, jangan banyak berharap akan bisa memperoleh keridhaan Allah. Ia rendahkan diri di hadapan sesama manusia, sementara kepada Allah ia congkak dan tidak patuh. Maka tetaplah jaga keikhlasanmu duhai anakku. Lakukanlah segala suatunya cukup karena Allah semata.
Tak selamanya bunda akan selalu menemanimu di dunia ini… Maka jagalah dirimu baik-baik. Jadilah manusia sejati yang mampu tegak berdiri di atas kaki sendiri. Dan jangan pernah lupakan apa yang pernah bunda nasehatkan selama ini. Sungguh, bunda tak bermaksud menggurui, karena bunda yakin bahwa ananda sudah dewasa dan mampu mencerna mana hal baik dan yang mana hal buruk. Maka jagalah dirimu anandaku… Selalu ingatlah Allah dimanapun dan kapanpun engkau berada.
Terakhir, tiada banyak yang bisa bunda katakan lagi. Bunda mungkin harus bersiap melepaskanmu ke alam bebas, dan membiarkanmu sendiri mencari hakikat sejatinya kehidupan ini. Hanya iringan doa yang mampu bunda berikan lagi, semoga Allah selalu memberikan perlindungan-Nya kepadamu dan memudahkan setiap urusan-urusanmu. Amiin…

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

*Surat ini diikutsertakan dalam lomba "Surat untukmu, nak" namun ternyata belum Alloh izinkan jadi pemenangnya, but... no problemo. masih ada kesmepatan lain di lain waktu ^_^